KampusMedan – Medan, Sebagaimana pertukaran mahasiswa yang dilakukan sebelumnya di Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, pada 17 Juli 2018 yang lalu, mahasiswa USM-Indonesia Program Studi Ilmu Keperawatan, kini gilirannya melakukan pertukaran ke Boromarajonani College of Nursing Sanpasttiprasong, Ubon Ratcathani (BCNSP) Thailand, dan Savannakhet Health Science College (SHSC), Laos.

“Kegiatan pertukaran ini dilakukan sejak 25 November sampai 9 Desember 2018 mendatang,” kata Rinco Siregar, Ketua Prodi Ilmu Keperawatan USM-Indonesia di Medan, Kamis (6/12/2018). Rinco yang turut memimpin tim dan lebih dulu kembali ke Indonesia, mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari kerjasama resiprokal atau timbal balik yang saling menguntungkan ketiga institusi perguruan tinggi tersebut sesuai nota kerjasama (MoU) yang telah ditandatangani.

Pada kesempatan kali ini, kata Rinco, sebanyak 7 mahasiswa Ilmu Keperawatan USM-Indonesia melakukan presentasi oral hasil penelitian, dalam kegiatan mini symposium mahasiswa yang diselenggarakan di kampus BCNSP. “Sedangkan Dosen Prodi Keperawatan USM-Indonesia yang mendampingi juga berkesempatan melakukan kuliah tamu di kampus yang bersangkutan,” terang Rinco.

Sama dengan jumlah mahasiswa ketika melakukan pertukaran ke kampus USM-Indonesia, mahasiswa yang dikirim ke BCNSP Thailand berjumlah 10 orang, dan 4 orang ke SHSC Laos. Ke-14 mahasiswa ini dipilih dengan kemampuan akademik terbaik dan lancar bahasa internasional. Ke-14 mahasiswa Ilmu Keperawatan ini sekaligus menjadi duta USM- Indonesia di Thailand dan Laos.

Rinco berharap dengan adanya pertukaran mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan ini, akan memberikan pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagaimana pelayanan kesehatan dan keperawatan profesional di Thailand dan Indonesia. Kemudian diikuti dengan peningkatan kemampuan mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran yang berstandar Internasional sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan lulusan.

Sementara itu, Flora Sijabat MNS, Ketua Program Studi Diploma 3 Keperawatan USM-Indonesia, sekaligus ketua Tim yang berangkat ke Laos menjelaskan, bahwa mereka tidak hanya belajar di kelas dan rumah sakit setempat, namun juga berkesempatan mengetahui dan melihat cara pembuatan kain tradisional laos. “Mahasiswa juga diajari bagaimana menangani pasien yang terserang gigitan ular, dan pemberian terapi sesuai jenis ular yang menggigit,” katanya.

Humas USM-Indonesia, Karmel Simatupang menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari proses internasionalisasi yang terus berlangsung di USM-Indonesia. Dengan pengalaman belajar, pertukaran informasi dan budaya, antara Indonesia, Thailand dan Laos, akan memberikan masukan-masukan pengetahuan baru, praktek dan implementasinya sesuai bidang ilmu yang digeluti.(REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.