KampusMedan – Medan, Sari Mutiara International Conference on Health (SaMICoH) resmi dibuka oleh Dr. Sadjuga MSc, Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Rabu, (10/10/2018) di Grand Mercure Hotel, Medan.

Sadjuga mengapresiasi Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia atas suksesnya penyelenggaraan konferensi internasional tersebut. Ini adalah harapan Kemenristekdikti agar perguruan tinggi dapat lebih banyak menyelenggarakan konferensi internasional dalam rangka meningkatkan peringkat universitas.

Rektor USM-Indonesia, Dr. Ivan Elisabeth Purba MKes, menyatakan kegiatan ini merupakan tanggung jawab universitas untuk mensukseskan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). “Konferensi ini adalah bagian dari respon dan kepedulian kampus terhadap suksesnya program SDGs 2030 khususnya di bidang kesehatan, yang tinggal 12 tahun lagi,” katanya.

Ketua panitia konferensi, Yenni Gustiani Tarigan SKM MSc menjelaskan, tujuan konferensi ini adalah untuk mengumpulkan para pakar multidisiplin dan praktisi dari seluruh dunia untuk saling bertukar pengetahuan, ide-ide, pengalaman dan harapan di sekitar tantangan pembangunan berkelanjutan. Lalu sama-sama mendiskusikan isu-isu SDGs di masyarakat, baik lokal, nasional dan internasional.

Ada tiga pilar yang menjadi indikator dalam konsep pengembangan SDGs. Pertama, indikator yang melekat pada pembangunan manusia, diantaranya pendidikan dan kesehatan. Indikator kedua merupakan yang melekat pada lingkungan kecilnya, seperti ketersediaan sarana dan prasarana lingkungan serta pertumbuhan ekonomi. Sementara itu indikator ketiga melekat pada lingkungan yang lebih besar berupa ketersediaan sarana dan prasarana lingkungan serta pertumbuhan ekonomi.

Tampak hadir dan memberikan kata sambutan, anggota DPD asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba, SH, MM. Parlindungan yang juga Ketua Yayasan Sari Mutiara menyatakan bangga kepada USM-Indonesia yang telah ikut membicarakan tentang masa depan pembangunan dunia dalam bidang kesehatan melalui seminar internasional ini.

“Saya bangga kepada USM-Indonesia yang telah terlibat dalam membicarakan masa depan bersama kita melalui konferensi internasional ini. Juga terimakasih kepada kampus dari Thailand, Laos, Filipina, STIKes Mitra Husada Medan, dan Institut Kesehatan Helvetia yang turut membantu terselenggarannya konferensi ini,” katanya.

Sementara itu, terdapat 200 lebih peserta yang terdaftar dari 10 negara berkumpul untuk konferensi ini, antara lain berasal dari; Indonesia, Filipina, Sudan, India, Bangladesh, Taiwan, Thailand, Laos, Malaysia dan Malawi.

Dalam konferensi ini masing-masing peneliti dalam dan luar negeri memaparkan kesempatan untuk belajar, berjejaring, berkolaborasi, dan berbagi bersama diantara professional lintas negara. Para peserta mempresentasikan bagaimana implementasi SDGs di tingkat lokal, agar bebas dari penyakit dan memperbaiki kualitas kesehatan melalui riset dan prakteknya di lapangan.

Setiap artikel penelitian dalam konferensi ini akan di review oleh komite ilmiah yang profesional dibidangnya, dan akan diterbitkan dalam bentuk prosiding ber ISBN. Bagi peserta yang memiliki artikel terbaik, akan dibantu untuk dimasukkan dalam jurnal bereputasi internasional yakni Scopus.(REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.