KampusMedan – Medan, Universitas Pelita Harapan (UPH) Kampus Medan mewisuda 246 orang lulusan perdana, yang terdiri dari 120 Program S1 Studi Manajemen dan 126 Program Studi S1 Akuntansi, yang digelar di Medan, Sabtu (3/11/2018).

Pada kesempatan itu, Kepala L2Dikti Wilayah I, Prof Dian Armanto MPd MA MSC PhD, bahwa UPH telah dijadikan menjadi satu UPH dan menjadi tanggung jawab L2Dikti Wilayah III Jakarta. Namun pihaknya tetap bersedia melakukan monitor jika diminta.”Trimakasih atas kerjasama dan kontribusi UPH selama ini. Semoga winisuda UPH menjadi SDM berkompeten membangun Sumut ke depan secara khusus dan membangun Indonesia secara umum”,ujarnya.

Kepala L2Dikti Wilayah I Prof Dian Armanto MPd MA MCs PhD (tengah) ketika memberi komentar kepada media

Menurutnya kampus baik dan sehat diukur dari empat hal, dari tata kelola yang dibuktikan dengan akreditasi, SDM dosen, kegiatan kemahasiswaan serta penelitian dan pengabdian masyarakat. “UPH Kampus Medan sudah melakukannya dengan baik”,tambahnya.

Sementara Kepala L2Dikti Wilayah III Dr Ir Illa Sailah MS, mengatakan Indonesia menanti lulusan UPH. “Jadilah pengusaha yang punya hati, yang punya tangan diatas, berinovasilah, kreatiflah, bawalah karakter yang sudah diajarkan di UPH. Rektor menggeser kuncir ke kanan, artinya gunakanlah otak kanan untuk berkarya, otak seni, otak kreativitas untuk kepentingan pribadi dan bangsa”,tegasnya.

Rektor UPH Dr (hons) Jonathan L Parapak MEng Sc mengatakan pendidikan holistik yang diterapkan di UPH membuat kompetensi lulusannya bernilai tinggi. “Pada TA 2017/2018 ini kita mengangkat tema Bearing Fruit, yang menginspirasi kita untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, dan mahasiswa UPH termotivasi untuk terus mencapai prestasi tinggi dan menjadi berkat. Pada TA 2018/2019 UPH mengangkat tema Set Apart, yang menegaskan para winisuda dipilih, dipisahkan dan diutus secara khusus menjadi berkat bagi keluarga , bangsa dan negara”,ujarnya.

Ditanya soal upaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas lulusan, Jonathan L Parapak mengatakan pihaknya terus melakukan perbaikan dalam 3 hal, yaitu peningkatan mutu dosen, peningkatan terus menerus dari sisi fasilitas dan improvement kurikulum. “Kurikulum kita berorientasi pada kebutuhan pasar, bukan hanya di domestik tapi juga secara global, karena UPH sudah melakukan kerjasama dengan universitas dan dunia bisnis di sejumlah negara”,jelasnya.

Sementara itu, Direktur EksekutifUPH Kampus Medan, Arifin SE MM MBA CBV CMA, ketika ditanya benefit dari Satu UPH, ia mengatakan bahwa kualitas dan pengalaman UPH yang sudah 25 tahun berkarya di Indonesia akan turut secara langsung dirasakan mahasiswa yang kuliah di UPH Kampus Medan. “Termasuk kerjasama yang dilakukan UPH pusat secara otomatis menjadi mitra UPH Kampus Medan. Ijazah yang diperoleh winisuda sekarang ini pun di Medan adalah ijazah UPH”,tambahnya.

Arifin menambahkan, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, UPH Kampus Medan menawarkan program-program inovatif seperti kelas internasional dengan pengantar Bahasa Inggris, kelas perpajakan untuk para corporate executives, program sertifikasi akuntansi bertaraf internasional (ACCA/ Association of Chartered Certified Accountants), yang mana program studi Akuntansi UPH Medan Kampus merupakan satu-satunya kampus di pulau Sumatera yang terakreditasi ACCA.

Program-program tersebut mendapat sambutan positif dan antusias dari orang tua dan mahasiswa yang ada di Medan  untuk hadirnya pendidikan tinggi  holistis bertaraf internasional. Oleh karena itu, UPH Kampus Medan secara regular menghadirkan para expert dari Singapura, Malaysia dan negara lainnya sebagai pengajar dan juga memberi masukan untuk kurikulum yang diimplementasikan dalam program studi yang ditawarkan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Gunawaty Tjioe BEd MPd PhD mengatakan, hari ini winisuda terakhir berada di UPH, dan besok akan menjalani kehidupan baru, apa studi lanjut atau berkarya tentu jadi pilihan. “Winisuda UPH akan tampil khusus, menjadi terang diantara kegelapan. Berkarya atau career, berbuat yang terbaik bagi orang lain. Career didasari dgn calling (ketahui panggilan Tuhan supaya bisa menjadi pelita dan harapan). Supaya bisa menjadi pelita dan harapan, winisuda harus punya competence yang harus dikembangkan dan diasah sepanjang hidup. Tidak ada artinya punya competence kalau tidak punya character, juga harus dilengkapi dengan critical thinker, pemikir yang kritis, dengan chritical thinking kita harus bisa menjadi agent of changes, kemudian kita perlu punya kepedulian (caring) kepada sesama”,tegasnya.

Lulusan terbaik dengan IPK 3,97, Cavell foto bersama orangtua dan keluarga

Lulusan terbaik dari Prodi Akuntansi dengan IPK 3,97, atas nama Cavell, mengatakan kurikulum di UPH memang sangat istimewa, sebab tak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi lebih dari itu menempa mahasiswa menjadi lulusan berkarakter, membina bakat menjadi satu keunggulan, sehingga lulusan UPH memiliki keahlian unik dibanding lulusan kampus lain.

“Baik dalam hal komunikasi, kreativitas, cara memimpin dan karakter baru dibanding sebelum kita kuliah di UPH ini”,ujar pria yang ingin bekerja di Jakarta ini, dengan judul skripsi “Transfer Pricing Audit Using OECD Model as a Solution to Base Erosion Profit Shifting (BEPS) Implemented in PT Indofood Sukses Makmur”.

Cavell adalah peraih Peringkat II Mahasiswa Berprestasi Kopertis Wilayah I Sumatera Utara dan Pemenang Kompetisi Artikel Ilmiah Ekonomi Digital, yang dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan RI.

Gisella Anastasia bersama orangtuanya

Ketika ditanya kesannya kuliah di UPH, winisuda dengan judul skripsi “The Influences of Leadership and Entrepreneurship Seminars on The Interest of Business School Students of Universitas Pelita Harapan to Become Entrepreneurs”, Gisella Anastasia dari Prodi Manajemen dengan IPK 3,55 dan menjadi perwakilan winisuda menyampaikan pesan dan kesan, mengatakan luar biasa.

“Ditanya kesan, satu kata dari saya Luar Biasa. Kenapa luar biasa karena selain belajar ilmu pengetahuan, bakat kami dipilih, dibina dan dikebangkan secara berkelanjutan. Contoh saya sendiri yang diikutkan dalam proses pertukaran mahasiswa ke Kanada setelah melalui beragam test. Tapi yang membedakan kita dari kampus lain ya itu tadi soal karakter, kita ditempa menjadi pribadi luhur, berbudi, peduli dan kasih”,pungkasnya.

Gisella Anastasia adalah Duta Muda Indonesia dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara ke Kanada. Prestasi ini membuktikan keunggulan pendidikan UPH Kampus Medan dan kontribusinya dalam memberikan pendidikan berkualitas.
(RED/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.