KampuisMedan – Medan, Universitas Negeri Medan (Unimed) melantik dan mewisuda serta menganugerahkan ijazah kepada 608 lulusan doktor, magister, sarjana dan diploma di Gedung Serbaguna Unimed, Jalan Willem Iskander Medan, Selasa (11/6).

Luilusan Unimed kali ini terdiri dari 103 lulusan program pascasarjana terdiri dari tiga lulusan doktor pendidikan, 10 magister humaniora, 80 magister pendidikan dan delapan magister sains serta dua magister olahraga. Selanjutnya untuk program sarjana dan diploma terdiri dari 433 lulusan sarjana pendidikan, sembilan sarjana sastra, 11 sarjana sains, lima lulusan sarjana sains, satu sarjana olahraga, 32 sarjana ekonomi dan empat lulusan ahli madya. Ratusan lulusan ini berasal dari sejumlah fakultas yaitu fakultas ilmu pendidikan, bahasa dan seni, ilmu sosial, MIPA, teknik, ilmu keolahragaan dan ekonomi.

Rektor Unimed, Prof Dr Syawal Gultom MPd ketika melantik lulusannya

Rektor Unimed, Prof Dr Syawal Gultom MPd, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih telah mempercayakan pendidikan anak di kampus hijau Unimed. Juga selamat atas keberhasilan menyelesaikan studi di kampus berakreditasi A ini. “Agar gelar akademi dan keahlian yang didapat menjadi modal untuk memberikan kesempatan, berkarya dan meniti karir meraih masa depan lebih baik,” ujar rektor.

Ia menamhahkan, memasuki era digital yang sering digadang-gadang dalam kemasan revolusi industri 4.0, ia berpesan agar setiap lulusan bersiap dan membekali diri menghadapi segala tantangan zaman dan mampu menjadi SDM serta masyarakat yang berkualitas. Seraya ia menyampaikan ayat Alquran Surat Al-Baqarah ayat 269 tentang hikmah yang diberikan Allah yang mampu mendatangkan karunia kepada orang-orang berakal yang dapat mengambil pelajaran.

“Pemerintah dengan program making Indonesia 4.0, ditetapkan arah yang jelas bagi pembangunan nasional dan struktur pembangunan perindustrian. Termasuk pembangunan SDM yang andal dengan keterampilan dan kompetensi khusus untuk penguasaan teknologi terkini. Maka, SDM berkualitas merupakan aspek penting untuk mewujudkan program making Indonesia 4.0.Untuk itu diperlukan perombakan kurikulum pendidikan yang menekankan dan menyelaraskan dengan sains, teknologi, engineering, seni dan matematika. Kurikulum pendidikan harus diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” tandasnya.

Ia berpesan, lulusan dituntut tingkatkan kapasitas. Tidak hanya soal teknologi tapi juga dilengkapi dengan penguasaan bahasa agar lebih komunikatif di tingkat global. Revolusi industri 4.0 dinilai juga menutut perubahan pada sistem pendidikan yang memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran atau dikenal dengan cyber system. Ia juga meminta agar lulusan selalu mengasah skill kompleks yang diperlukan. Di antaranya yaitu kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, kreativitas, manajemen, kordinasi, kecerdasan emosional, pengambilan keputusan, orientasi pelayanan dan negoisasi.

“Bidang yang paling dibutuhkan berdasarkan kebutuhan SDM saat ini adalah teknologi informasi, kepemimpinan dan sosial skills, kemampuan belajar dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan banyak saluran,” tandas¬≠nya.(RED/MKM)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.