KampusMedan – Medan, Bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan, STP Santo Bonaventura Medan menyelenggerakan lokarkarya Public Speaking, Senin (2/12/2019). Adapun tujuan dari kegiatan ini sebagaimana dikatakan oleh salah satu Dosen STP Santo Bonaventura Medan, Johannes Lumbanbatu MFil adalah untuk melatih mahasiswa STP St. Bonaventura Medan mampu berbicara di depan publik, punya kreativitas, dan kelak dipersiapkan mereka jadi sumber daya manusia dalam dunia pendidikan.

“Saat ini harus kita akui bahwa salah satu kelemahan mahasiswa kita adalah kurangnya kemampuan dalam komunikasi. Inovasi dan kreasi mereka akan bagus jika mereka dipersiapkan dengan kemampuan public speakaing yang bagus”, tegas Master Filsafat lulusan negara Jerman ini lagi.

Sementara Pemateri yang juga salah satu mahasiswa S3 manajemen pendidikan Unimed Medan Din Oloan Sihotang SS MPd dalam paparannya mengatakan, semua mahasiswa harus membekali dirinya dengan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Din Oloan juga mengatakan pengertian kreatif itu menyangkut seni baru, metode baru, perencanaan baru, pengertian baru. Dion Oloan juga mengatakan ada beberapa ciri manusia yang kreatif seperti selalu ingin tahu, optimis, melihat sesuatu masalah sebagai sesuatu yang
sangat menarik, mencari pokok permasalahan, penuh imajinasi, menantang asumsi-asumsi, menyukai tantangan, melihat masalah sebagai peluang, dan tidak gampang menyerah.

“Dengan melihat ciri manusia yang kreatif dan inovatif di atas, apakah ada ciri itu sama kita? Kalau ada saatnya kita tingkatkan bagaimana kita mampu membangun komunikasi dengan orang lain. Salah satunya adalah dengan cara mampu berbicara, mampu melakukan presentase dengan baik di depan publik karena itu cara termudah menunjukkan kita sebagai manusia yang inovatif dan kreatif”, tegas Din Oloan lagi.

Din Oloan mengatakan public speaking adalah Kegiatan penyampaian pesan berupa ide/gagasan secara oral atau lisan. Kemudian bentuk komunikasi dimana seorang pembicara menghadapi pendengar dalam jumlah yang relatif besar dan pembicaraan yang relatif kontinu.

Adapun tujuan dari public speaking adalah menyampaikan informasi pada audiens, menghibur audens, dan juga mempengaruhi audiens. Sedangkan manfaat dari public speaking adalah mengurangi ketidaktahuan, mengurangi tekanan, memperbaiki hubungan, memahami permasalahan, dan menyelesaikan masalah. Untuk bisa jadi seorang pembicara yang sukses kita harus bisa mengantisipasi beberapa hal, salah satunya adalah tekanan. Gejalan tertekan seperti detak jantung semakin cepat, lutut gemetar, berkeringat, suara bergetar, pusing, kejang perut/mual, mata berair, dan lupa materi adalah faktor penghambat.

Din Oloan lagi menegaskan tekanan itu hal biasa, dan kita punya potensi dalam mengatasinya, seperti mempersiapkan dan melakukan latihan, mencari pengalaman, melakukan kegiatan fisik, dan menganggap demam panggung adalah hal yang wajar. Di akhir materinya Din Oloan Sihotang yang juga pernah jadi Guru Berprestasi di tingkat Sumatera Utara ini mengatakan, semua mahasiswa STP Santo Bonaventura Medan harus jadi pribadi yang inovatif dan kreatif yang disertai dengan kemampuan public speaking yang baik untuk menghadapi era industri 4.0.(REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.