KampusMedan – Medan, Pentingnya pembelajaran Bahasa Asing sekarang ini di era Revolusi Industri 4.0 membuat beberapa sekolah yang ada di Medan sudah menghadirkan mata pelajaran Bahasa Mandarin sebagai mata pelajaran wajib/peminatan/muatan lokal serta ekstrakulikuler. Sama seperti hal nya sekolah–sekolah katolik di bawah naungan Yayasan Don Bosco KAM, yang sudah menghadirkan mata pelajaran Bahasa Mandarin baik dari tingkatan SD, SMP, maupun SMA. Sehingga siswa–siswi diberi kesempatan belajar dan mengetahui tentang Bahasa Asing yang satu ini.


Para Pemenang Lomba Cerdas Cermat dan Presentasi

Untuk itu Yayasan Don Bosco bekerjasama dengan lembaga untuk membuat suatu lomba rutin tahunan yang biasanya dilaksanakan setiap awal Januari hingga Februari. Lomba itu sering disebut dengan ICSC (I can Speak Chinese Competition). Lomba ini diawali dari babak audisi, penyisihan hingga ke babak final. Siswa–siswi yang terpilih sangat antusias mengikuti kompetisi tersebut.

Lomba diikuti dari tingkat SD sampai SMA dengan kategori lomba yang berbeda–beda tiap tingkatannya. Lomba SD terdiri dari lomba Puisi nyanyi, Cerdas Cermat, serta menulis. Lomba tingkat SMP terdiri atas Lomba pidato, baca berita, Cerdas cermat serta bernyanyi, sedangkan lomba tingkat SMA terdiri dari lomba presentasi, menyanyi serta bermusik, pidato, dan cerdas cermat. Kegiatan ini banyak diikuti oleh berbagai macam sekolah yang ada di Medan bahkan ada yang dari luar kota Medan.


Para finalis Lomba Pidato Bahasa Mandarin ICSC 2020, ketiga kiri dan kedua kanan adalah siswa SMA Santo Thomas 1

Untuk tahun 2020, babak penyisihan sendiri dilakukan di sekolah SMA Swasta Santo Thomas 1 Medan sebagai tuan rumah ICSC 2020. Lao shi Vincent Wang Jaya selaku guru Bahasa Mandarin di SMA Santo Thomas 1 dan juri lomba babak penyisihan tingkat SD mengaku senang dan antusias untuk melihat babak eliminasi dari tingkat SD – SMA yang bertempat di lokasi SMA Santo Thomas 1 Medan, mereka semua bertalenta dan menarik.

Tidak lupa juga Kepala Sekolah SMA Santo Thomas 1 Medan, Drs. Cawir Tarigan yang mendukung penuh kegiatan ini sehingga Babak Eliminasi selama 2 hari yaitu hari Senin (13 Januari 2020) dan hari Kamis (16 Januari 2020) berlangsung dengan lancar dan menegangkan. Para pemenang yang akan melanjutkan perjuangannya mereka pada saat babak Final di Cambridge pada tanggal 15 Februari 2020 juga sudah diberitahukan serta pemenang lomba juga akan mengambil penghargaan mereka pada saat hari Final.


Beberapa peserta yang gugur tetap diberi penghargaan agar mereka tidak patah semangat

Untuk SMA Santo Thomas 1 sendiri, lomba Pidato tingkat SMA yang diikuti oleh siswa bernama Keiko Lidia Agnes Sitorus (kelas XI – IPA 5) dan Benedict Ethan Filbert Tandra (Kelas XI – IPA 5). Keduanya telah lolos babak eliminasi dan akan melanjutkan perjuangan mereka di final.

sedangkan untuk kategori bernyanyi dan bermusik dengan nama siswa Arga Samuel Partogi Sitorus (Kelas XI – IPA 1) dan Gabriel Tampubolon (Kelas XI – IPA 1), juga akan melanjutkan perjuangan mereka ke babak final nanti, bernyanyi dan bermusik tingkat SMA.

sedangkan untuk 2 kategori lainnya sudah diketahui pemenangnya, yaitu untuk kategori Presentasi meraih juara I dengan nama siswi Gabriella Gusti (Kelas X – IPA 6) dan untuk kategori Cerdas Cermat yang beranggotakan 3 orang telah meraih juara II dengan nama siswa Decardo Ivander Simarmata (Kelas : XI – IPA 2), Kezia Siahaan (Kelas : XI – IPA 1) dan Leony Gracea (Kelas : XI – IPA 1).

“Banyak keseruan yang terjadi selama latihan, walau memang capek dan memakan waktu yang banyak untuk melatih mereka dan memotivasi mereka untuk melakukan yang terbaik, tetapi semua tidak akan terasa karena semangat siswa-siswi merupakan semangat saya juga, dan saya merasa sedih untuk beberapa kategori yang tidak lagi latihan bersama dengan saya karena perjalanan mereka sudah selesai, dan berakhir dengan kebanggaan dan kebahagiaan karena tidak terasa beberapa bulan waktu latihan itu
telah berlalu begitu saja. Semoga ini juga menjadi motivasi bagi siswa lain untuk mau belajar dan mencoba mengikuti lomba di tahun–tahun berikutnya atau di lain kesempatan, serta semangat untuk mempelajari Bahasa Mandarin ini”, ucap Vincent selaku pelatih dan guru mereka.(REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.