KampusMedan – Medan, Tim gabungan Polrestabes Medan dan Reskrim Polsek Pancur Batu berhasil amankan dua pelaku pembunuhan mahasiswi Universitas Prima (Unpri).Petugas berhasil meringkus dua orang pelaku yang merupakan supir angkutan umum dan kerneknya, yang ditumpangi oleh korban.Kedua pelaku juga diberikan tindakan tegas terukur, dimana seorang pelaku meninggal dunia ditembak karena melakukan perlawanan dengan senjata tajam, dan satu lagi diberi ditembak kakinya.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Eddizon Isir.Dalam keterangannya ia mengatakan, kedua pelaku yang diamankan yakni Tomi Keliat (29) dan Tato Sembiring (28).Kedua sehari diketahui bekerja sebagai supir angkutan kota (angkot) di Kota Medan. “Kedua pelaku terpaksa kita berikan tindakan tegas karena melawan dengan menggunakan senjata tajam saat diamankan. Tersangka atas nama Tato bahkan meninggal dunia karena terkena tembakan petugas,” katanya, Selasa (14/4/2020).

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, bahwa kejadian tersebut merupakan perampokan dengan kekerasan.Kejadian sendiri berawal dari keterangan salah seorang saksi yang mendengar jeritan minta tolong dari korban dari sebuah angkot.”Petugas kami kemudian melakukan pengecekan kamera cctv milik Dishub Kota Medan,” ujarnya.

Dalam pengungkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengumpulkan data dari hasil rekaman kamera CCTV.Di mana korban diketahui berada di jalan HM Yamin hendak kembali menuju kosnya, Sabtu (11/4/2020) dengan menumpangi angkot trayek 103 yang dikemudikan Tomi Keliat dan ditemani rekannya Tato Sembiring.

Lanjut Kombes Edizzon Isir, berdasarkan hasil rekaman kamera cctv, petugas kemudian berhasil mengidentifikasi mobil angkot tersebut dan meringkus pengemudi yang diketahui bernama Tomi Keliat. “Setelah dilakukan introgerasi terhadap tersangka Tomi Keliat kemudian mengakui perbuatannya. Di mana ia mengaku bersama dengan rekannya Tato Sembiring membunuh korban dengan cara mencekik dan membanting kepala korban hingga meninggal dunia,” ungkapnya.

Pascakejadian, kedua pelaku kemudian membuang mayat korban di kawasan Durin tonggal. Sementara itu, HP korban diambil oleh pelaku Tato Sembiring.”HP korban diambil untuk selanjutnya dijual dan hasil penjualannya akan dibagi dua,” sambung Isir.

Untuk berhasil mengungkap Tomi, petugas kemudian melakukan pelacakan kode IMEI milik pelaku.Dari hasil pelacakan, hp pelaku diketahui sudah berada ditangan Marlon.
Kepada petugas, Marlon mengaku membeli hp tersebut dari Tato Sembiring seharga Rp 150.000.”Hp tersebut kemudian dilakukan penyitaan sebagai barang bukti,” sambung Isir.

Tidak sampai di situ, pada Senin (13/4/2020), petugas akhirnya mendapatkan informasi terkait keberadaan tersangka Tato di kawasan Simalingkar, seputaran kebun binatang. Petugas kemudian bergerak cepat untuk mencoba mengamakan pelaku.”Namun saat akan diamankan, petugas kemudian diancam oleh pelaku dengan menggunakan sebilah parang, hingga diberikan tindakan tegas yang menyebabkan tersangka meninggal dunia,” terang Isir.Oleh petugas, tersangka Tato kemudian di bawa ke RS Bhayangkara.Sementara itu tersangka Tomi berikut dengan barang bukti diamankan di Polrestabes Medan.(RED/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.