KampusMedan – Medan, PT Atelier Mecaniques D’Indonesie Tbk (PT Atmindo Tbk) membukukan perolehan pendapatan usaha sebesar Rp264,873 miliar untuk periode tahun buku yang berakhir 31 Januari 2019. Kinerja pendapatan usaha tersebut tumbuh sekitar 7,5% dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp246,4 miliar.

Hal itu diungkapkan Presiden Direktur PT Atmindo Tbk, Rudy Susanto, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa serta Public Expose di Hotel Grand Mercure Medan, Kamis sore (20/6/2019).

Dikatakannya, nilai aset perseroan juga tumbuh sekitar 12,14% menjadi Rp404,722 miliar. Sementara jumlah ekuitas produsen Bilier dan peralatan pendukung pabrik minyak kelapa sawit itu tumbuh sekitar 13,77% menjadi Rp207,224 miliar. Kemudian pendapatan usaha  tercatat senilai Rp264,873 miliar atau meningkat 7,50%, yang sebagian besar diperoleh dari penjualan boiler sekitar 88,07%.

Ditanya kinerja keuangan pada triwulan I/2019, Rudy Susanto mengatakan pendapatan usaha sebesar Rp47,07 miliar, dimana sebagian besar bersumber dari penjualan boiler sekitar 68,24%, laba bersih mencapai Rp5,59 miliar atau telah mencapai 17,28% dari laba bersih yang berakhir 31 Januari 2019.

Rudy Susanto yang didampingi direksi perseroan yang lainnya menggambarkan, pabrik berkapasitas 50 unit boiler itu sebagai salah satu line produk utama mematok pertumbuhan kinerja keuangan berkisar 10%.Untuk mewujudkan target tersebut pihak direksi perseroan terus melakukan berbagai jalinan kerja sama dengan berbagai pihak mitra

Antara lain dengan pihak BPPT, China dan Jepang untuk meningkatkan mutu produk-produk yang dihasilkan perseroan yang bermarkas di Deli Serdang Sumut itu. Pihaknya telah melakukan pembelian 4,8 ha lahan di Tanjung Morawa untuk pembangunan pabrik baru dengan menggunakan dana internal dan pinjaman dari HSBC Bank. “Lokasi ini sangat strategis, dekat dengan pintu tol. Pembangunan pabrik baru ke depan akan lebih memampukan kita mendorong peningkatan penjualan, tidak hanya di pasar domestik tapi juga ke mancanegara”,jelas Rudy.

Menjawab pertanyaan tentang dampak penurunan harga sawit di pasar dunia terhadap kinerja perseroan, kata Rudy, pelemahan itu dapat dikompensasikan dengan penjualan dari line produce yang dihasilkan pihaknya.Dia juga menegaskan perseroan akan terus membidik konsumen baru untuk mendongkrak penjualan perseroan .

Usai public Expose, direksi dan komisaris serta komite audit foto bersama, antara lain Juliani sebagai Presiden Komisaris, Daulat Sihombing sebagai Komisaris Independen, Rudy Susanto selaku Presiden Direktur, Lam Kim Teng selaku Direktur, Linda Taty selaku Direktur Independen, Dompak Pasaribu dan Melanthon Rumapea selaku Komite Audit.(RED/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.