KampusMedan – Medan, Pemuda Gereja Pentakosta Tabernakel Kristus Gembala Jalan Panci No 52B Medan, dengan Gembala Sidang Pdt Sony Budiono, menggelar talkshow “Peluang Bisnis Anak Muda di Era Disrupsi”, Sabtu (26/10/2019) bertempat di Ruangan Pemuda gereja tersebut, dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Mangasi Butarbutar, Baringin Simanjuntak dan Deo Ginting. Talkshow tersebut dihadiri pengurus dan muda-mudi gereja tersebut.

Usai Talkshow, Narasumber dan pengurus serta pemuda gereja foto bersama, Sabtu (26/10/2019)

Mangasi Butarbutar yang sehari-harinya sebagai dosen ekonomi dan juga jurnalis ini, menyampaikan dampak negatif dan positif era disrupsi yang mengusung digitalisasi tersebut. Dia minta pemuda gereja untuk mengantisipasi turunnya lapangan kerja, bergesernya jenis pekerjaan ke arah digital sebagai dampak negatif era disrupsi. Namun Mangasi Butarbutar minta pemuda gereja untuk tetap optimis, karena dampak positif digitalisasi tersebut memudahkan anak muda membuka usaha.

“Jangan beranggapan harus membutuhkan dana besar buka usaha. Yang terpenting adalah harus punya ide. Punya dana tapi tak punya ide tidak bisa buka usaha. Tapi punya ide meski tak punya dana bisa buka usaha”, ujarnya sambil mencontohkan sejumlah anak muda bahkan mahasiswa di Medan yang sukses berbisnis dengan modal minimal, tapi kaya akan ide yang membuatnya kreatif dan produknya mampu bersaing”,ujarnya.

(ki-ka): Deo Ginting, Mangasi Butarbutar dan Baringin Simanjuntak foto usai menerima piagam penghargaan dari Pengurus YYM, Sabtu (26/10/2019)

Mangasi Butarbutar juga meminta para pemuda gereja untuk cerdas menggunakan sosial media, karena perusahaan yang membuka lowongan kerja juga memperhatikan jejak digital para pelamar di facebook misalnya. Sambil menyajikan video, Mangasi Butarbutar menjelaskan bagaimana pelamar gagal diterima kerja di perusahaan bukan karena kurang pintar, tapi karena status buruk di sosial media. Dia juga meminta agar pemuda tetap memiliki karakter sebagai anak Tuhan, karena tidak sedikit anak muda
diterima kerja justeru karena karakternya yang baik.

Mencermati keraguan pemuda untuk membuka usaha di era digital, Mangasi Butarbutar minta para pemuda untuk optimis dan yakin akan pertolongan Tuhan.”Do the best you can, let God the rest. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan, dan hal-hal yang tidak bisa kamu lakukan serahkan kepada Tuhan. Sekecil apa pun yang kamu perbuat untuk Tuhan, yakin Tuhan akan membalasnya lebih dari yang kita harapkan”, ujarnya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT.Kawasan Industri Medan (KIM), Baringin Simanjuntak, meminta pemuda gereja untuk meningkatkan soft skill, baik kemampuan berbahasaInggris, kemampuan IT seperti menguasai power point. “Setelah memiliki kemampuan tadi, Anda jangan pernah melupakan doa, karena kuasa doa itu luar biasa. AndalkanTuhan dalam hidupmu”,tegasnya.

Menanggapi sejumlah pertanyaan para pemuda, Baringin mengatakan bahwa kita tidak bisa menolak kemajuan teknologi. “Kita harus berubah sesuai kondisi perkembangan teknologi, baik itu pola pikir, tuntutan skill. Tapi jangan pula iman kamu berubah, jangan pula kasih dan kepedulian kamu terhadap sesama semakin turun”,pungkasnya.

Deo Ginting yang sehari-harinya sebagai penyiar radio dan juga pembawa acara (MC) di sejumlah acara besar, menyampaikan testimoni bagaimana ia memulai pekerjaan.”Pekerjaan apa pun yang saya lakukan, saya lakukan dengan hati, sehingga saya menikmati pekerjaan saya. Diatas segalanya, saya tetap mengandalkan Tuhan. Tuhan itu baik, Tuhan tidak tidur”, ujarnya, dan banyak diajak diskusi oleh pemuda gereja usai talkshow.

Ketua Yehoshua Youth Ministry (YYM) Gereja Pentakosta Tabernacle Kristus Gembala, Tixon Sihotang, Ketua Panitia Tommi Marbun dan Pembina YYM Binsar Siregar menyampaikan terimakasih kepada para narasumber dan para pemuda gereja yang menghadiri talkshow tersebut. Mereka berharap para pemuda gereja mengambil manfaat dari talkshow dimaksud, dan pengurus YYM komit untuk rutin menggelar talkshow atau sejenisnya dengan topik yang berbeda.(RED/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.