KampusMedan – Sei Rampah, Dalam Rangka Penerapan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai), Inspektorat  Kabupaten Sergai bekerjasama dengan BPKP Provinsi Sumatera Utara menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Pedoman Manajemen Resiko dan Penyusunan Rencana Tindak Pengendalian (PMR dan PRTP), Selasa (27/11) di aula LJ Hotel, Medan.

Acara dihadiri Asisten Administrasi Umum H. Karno SH MAP mewakili Bupati Sergai, Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Perwakilan Provsu Darmawan, Kepala OPD, para Camat serta peserta yang berasal Pejabat yang menangani program perencanaan masing-masing OPD se-Sergai.

Bupati Sergai dalam sambutannya mengatakan, dalam hal menjalankan amanah Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah, Pemkab Sergai bersama dengan Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara pada Tahun 2017 yang lalu telah melakukan penandatangaan komitmen bersama Tingkat Maturitas SPIP Level 3.

Untuk itu Pemkab Sergai telah berupaya mewujudkan komitmen tersebut dengan secara intens menyusun rencana aksi guna mencapai target dimaksud. Dimulai dengan menetapkan Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah di Lingkungan Pemkab Sergai melaksanakan penilaian mandiri Tingkat Kematangan SPIP.

Melaksanakan Bimbingan Teknis Strategi Pencapaian Tingkat Maturitas SPIP Level 3 pada Bulan Juni dan Juli yang lalu. Dan yang terakhir menetapkan Peraturan Bupati Nomor Tahun tentang Pedoman Analisis Resiko di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai.

Ada terdapat 5 (lima) unsur SPIP yakni Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengendalian, informasi dan Komunikasi serta Pemantauan Pengendalian Intern. Kelima unsur diatas merupakan unsur yang terjalin erat dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Kegiatan hari ini berkaitan dengan unsur ke 2 (dua) yakni penilaian resiko dan 3 (tiga) kegiatan pengendalian.

“Kita harus dapat mengidentifikasi dan menganalisis apakah program yang kita laksanakan memiliki kesesuaian antara tujuan dengan sasaran, serta selaras dengan tujuan organisasi. Selain itu juga harus mampu menganalisis apa saja resiko-resiko yang dapat mempengaruhi tujuan tersebut. Sehingga dapat menerapkan sistem pengendalian yang tepat”,ujar H.Karno.

Ia berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini, pemahaman terhadap SPIP semakin baik sehingga diperoleh langkah-langkah yang konkrit dalam upaya peningkatan kematangan Sistem Pengendalian Intern di Lingkungan Pemkab Sergai. Pemkab Sergai mengucapkan terima kasih kepada pihak BPKP yang telah banyak bekerjasama, baik dalam membantu dalam pengelolaan keuangan maupun pembinaan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Inspektorat Kabupaten Sergai H Ifdal SSos MAP menjelaskan, bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud untuk memberikan pemahaman tentang Pelaksanaan Manajemen Resiko dan Penyusunan Rencana Tindak Pengendalian, dalam rangka Peningkatan Sistem Pengendalian intern di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai.

“Tujuan dilaksanakannya agar kedepannya Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dapat menerapkan SPIP guna memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. SPIP diharapkan dapat mencegah terjadinya penyimpangan yang mempengaruhi perolehan opini pemeriksaan WTP”,ujar H Ifdal SSos MAP.

Peserta kegiatan Bimbingan Teknis ini terdiri dari seluruh Pejabat / Staf yang menangani Perencanaan Program pada Organisasi Perangkat Daerah beserta Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai.(RYAD/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.