KampusMedan – Medan, Dalam rangka membangun budaya literasi masyarakat khususnya literasi lingkungan, mahasiswa Universitas Negeri Medan meluncrukan dan membuat buku saku sebagai bahan bacaan untuk bisa mengedukasi masyarakat mengenai lingkungan hidup.

Hal itu ditegaskan oleh Dosen Biologi F MIPA Unimed Medan Dr. Tumiur Gultom di kampus Unimed Medan, Rabu (17/07/2019). Tumiur Gultom Doktor Pertanian lulusan UGM Yogyakarta ini mengatakan, lulusan Gunung Toba meletus sekitar 75.000 tahun yang lalu dengan kekuatan 1000 Megaton TNT atau setara dengan 50.000 kali bom Hiroshima di Jepang. Letusan Gunung Toba menghasilkan Kaldera Toba, yaitu sebuah lobang besar yang terbentuk akibat amblasnya permukaan bumi dan sebagian terisi air dan terbentuklah danau yang kita kenal sebagai Danau Toba.

“Selain danau, Kaldera Toba kaya akan keanekaragaman hayati (biodiversity) dan beberapa diantaranya endemik Sumatera Utara. Dengan berbagai hal menakjubkan yang dimiliki Kaldera Toba ternyata belum mampu membuatnya masuk menjadi anggota GGN (Global Geopark Network) yang diakui oleh UNESCO, tentu ini sangat kita sesalkan bersama”, tegas Dr. Tumiur.

Masih menurut Dr. Tumiur Gultom, salah satu faktor penyebabnya ialah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai biodiversity Kaldera Toba. Hal ini memunculkan ide bagi Mahasiswa UNIMED untuk membuat solusi sebuah buku saku yang berisi informasi mengenai Geopark, Kaldera Toba dan Tumbuhan Endemik Sumatera Utara. Berangkat dari dari sinilah para mahasiswa Biologi Unimed membuat terobosan melalui PKM-PE yang terdiri dari Novita Sahara Siregar, Risa Putri Surbakti, dan Erawati Azwar dibawah bimbingan Dr. Tumiur Gultom, SP,MP membuat buku saku yang diharapkan meningkatkan literasi lingkungan bagi warga di sekitar Danau Toba secara khusus.

Penelitian dimulai pada April 2019, dengan menganalisis kebutuhan masyarakat sekaligus pengidentifikasian tumbuhan endemik Sumatera Utara. Analisis kebutuhan  dilaksanakan dengan melakukan tes pada siswa SD, SMP, SMA dan guru serta wawancara pada masyarakat umum, pelaku bisnis, dan wisatawan lokal. Pengidentifikasian dilakukan dengan studi literatur dan kunci determinasi tumbuhan. Penelitian dilakukan di 7 kabupaten yang berada di wilayah Kaldera Toba yaitu Karo, Dairi, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Toba Samosir, dan Simalungun. Hasil dari identifikasi tumbuhan endemik Sumatera Utara didokumentasikan dalam bentuk buku saku. Selanjutnya dilakukan pretest, dan pembelajaran dengan dua kelas eksperimen yaitu menggunakan power point dan penyebaran buku saku pada SD Negeri 1 Pardomuan Naulidan  SMP Negeri 1 Pangururan KabupatenSamosir.

Dalam perkembangan selanjutnya, ternyata buku saku berpengaruh nyata di tingkat SMP, tetapi tidak pada anak SD. Kemudian tim PKM-PE membuat boneka karakter sebagai hasil tambahan dalam PKM dan harapannya digunakan sebagai media pembelajaran dan akan diusulkan sebagai “mascot” dari tumbuhan endemic Sumatera Utara khusus Kaldera Toba. Boneka karakter didisain oleh tim PKM didampingi dosen pendamping dan dijahit mahasiswi jurusan Tata Busana Unimed.

Kehadiran boneka karakter Nephito (Nephentes Toba) atau kantong semar dan Phidera (Paphiopedillumtonsum Kaldera) sejenis anggrek endemic akan memudahkan penyebaran  informasi tumbuhan endemik Sumatera Utara. Nephitobocahber jenis kelamin laki- laki dan Phideraberjenis kelamin perempuan kata Dr. Tumiur Gultom lagi yang telah  berpengalaman dalam kegiatan Program Kreatifitas mahasiswa sejak tahun 2007. Prestasi juara 3 PKMM oral presentation diraih kelompok bimbingannya di Pekan Ilmiah  Nasional tahun 2008 yang diselenggarakan di Unissula Semarang.(REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.