KampusMedan – Malang, Dua mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) berinovasi membuat pulp dan kertas dari limbah biomasa.Dua mahasiswa tersebut yakni Sakinah Hilya dan Khodijah Arebi membuat alat yang bernama Cellulose from Biomass Waste (C-BOMS) kertas. Dari alat itu, dihasilkan kertas lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

Khodijah mengatakan, selama ini untuk membuat kertas, bahan baku utama yang digunakan adalah kayu hutan, dan untuk memproduksi satu rim kertas dibutuhkan satu pohon berusia lima tahun.Tahun 2016 konsumsi kertas dunia mencapai 394 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 490 juta ton pada tahun 2020.

“Kami menggunakan limbah biomasa sebagai bahan baku kertas karena berdasarkan data dari Kementrian Pertanian (2014) jumlah limbah biomassa khususnya dari sektor pertanian dan perkebunan yang tidak didayagunakan mencapai 20 juta ton dalam setahun,” tutur Khodijah pada Kamis (25/7/2019).

Menurutnya, di dalam limbah biomasa terkandung selulosa dengan kadar yang tinggi. Selulosa inilah yang menjadi suatu indikasi penting dalam produksi pulp dan kerta”Semakin tinggi kadar selulosa dalam pulp maka akan menghasilkan kertas dengan kualitas yang lebih baik,” tambah Khodijah.

Limbah biomasa dari sektor pertanian tersebut diolah menjadi pulp dan kertas dengan menggunakan C-BOMS. C-BOMS merupakan alat pembuat pulp dan kertas dengan menggunakan teknologi Pulsed Electric Field yang dirangkai dalam suatu rancang bangun alat bernama Cellulose from Biomass Waste (C-BOMS ).”C-BOMS sendiri memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan metode yang banyak diterapkan di industri pulp dan kertas saat ini yakni metode kimiawi,” jelasnya.(OKZ/MKM)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.