Kampusmedan – Medan, Bagi generasi sekarang, teknologi sudah sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi kebutuhan primer. Apalagi penggunaan smartphone yang seiring waktu mengalami peningkatan di dunia.

Namun keakraban dengan smartphone tersebut memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental yakni stres yang diakibatkan dari habisnya daya baterai. Bahkan Indonesia tercatat paling rentan terkena serangan ini bagi penggunanya.

Inilah yang melatari inovasi mahasiswa asal Surabaya yang menciptakan alat charging dari suhu tubuh manusia. Mereka adalah Raja Bugatti, Luqyana Salsabila, Lendy Pradhana, Syahrul Munir, dan Vinda Aprilia. Kelimanya tercatat sebagai mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.”Kami terinspirasi dari kalor yang ada di dalam tubuh manusia,” ungkap Ketua Tim Raja Bugatti seperti dilansir dari laman Unair, Sabtu (1/7).

Kalor dalam tubuh manusia tersebut, jelas Raja, menghasilkan panas yang bisa dimanfaatkan untuk sumber pengisian daya di smartphone. “Tubuh manusia itu memiliki ion yang membawa listrik dan menghasilkan panas,” imbuhnya.

Inovasi yang dinamai Hand Charging, Charge The World , Charge The Society tersebut tidak memiliki batas daya seperti power bank yang kerap digunakan untuk portable charging. Pasalnya, produk besutannya tersebut memanfaatkan suhu tubuh manusia sehingga ketika tidak ada listrik pun tetap bisa digunakan.(RED/MKM)

Share.

About Author

Leave A Reply