KampusMedan – Medan, Mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed) menduduki ranking 7 Lomba Karya Tulis (LKTI) Nasional pada Pekan Ilmu Politik II tahun 2018, yang digelar Universitas Bangka Belitung (Babel) di Pangkal Pinang. Meski belum berhasil menjuarai LKTI Tingkat Nasional tersebut, namun pengalaman telah membuat mahasiswa Polmed bersyukur dan tidak henti berjuang untuk almamater.

Demikian dikemukakan Ramadania Afrianti dari Tim “Aplikasi SEPIA (Semua Pemilih Sama)” dan Reza Muhammad dari Tim “Aplikasi Pemilih Cerdas” baru-baru ini. Menurut , Ramadania, awalnya dapat info tentang perlombaan LKTI tingkat nasional di Babel dengan tema Peran Kaum Milenial dalam Membangun Demokrasi di Tahun Politik 2019.

“Dari situlah saya dan teman saya Reza Muhammad mulai mencari ide untuk dikembangkan dalam karya tulis.Kami pun mengambil sub tema sosial karena menyangkut hak penyandang disabilitas yang diwujudkan dalam bentuk aplikasi, sehingga memberikan kemudahan bagi mereka. Kami pun membuat abstrak dengan judul Aplikasi SEPIA, Semua Pemilih Sama. Tidak disangka abstrak yang kami buat masuk 35 besar. Proses pembuatan full paper pun berlangsung hingga tim kami masuk dalam 15 besar delegasi untuk mempresentasikan hasil karya kami di acara pekan ilmu politik di universitas Bangka Belitung”,ujarnya.

Ia menambahkan, walaupun urutan 7 nasional atau belum menyandang predikat juara, tapi bagi mereka ini adalah pengalaman yang berharga, karena tidak semua orang bisa bersaing di luar kampus dengan memakai almamater kebanggaan dan menjadi perwakilan politeknik satu satunya. “Karena delegasi yang lain berasal dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Harapan kami kedepan semoga kami bisa memberikan yang terbaik dengan membawa nama Politeknik Negeri Medan dan memotivasi mahasiswa lainnya untuk berkarya”,tegasnya.

Dengan membawa judul “Aplikasi Pemilih Cerdas Untuk Mewujudkan Indonesia Berkualitas”, tim yang dikomandoi Reza Muhammad ini juga lolos sebagai 35 besar dalam tahapan abstrak, dan akhirnya lolos 15 besar delegasi terbaik untuk mempersentasikan karya mereka.”Melalui aplikasi tersebut, kami mengharapkan dapat mengedukasi masyarakat di bidang politik untuk dapat memaksimalkan penggunaan hak suaranya demi mewujudkan Indonesia yang berkualitas”, ujar Reza Muhammad.

Walaupun belum mendapatkan predikat juara dan baru urutan 9 nasional. Namun pengalaman telah berhasil menjadikan mereka lebih bersyukur dan terus mengumpulkan semangat agar tidak henti berjuang untuk almamater.”Semoga dapat menjadi salah satu alasan membangkitkan semangat dan kreativitas teman-teman yang lain agar dapat berkontribusi lebih, dalam mengharumkan nama Politeknik Negeri Medan kedepannya”,pungkasnya.

Direktur Polmed, Ketua Jurusan Akuntansi, Ketua Program Studi Akuntansi, Ka Prodi Akuntansi Keuangan Publik dan KaProdi Perbankan Syariah sangat mendukung  keberangkatan mahasiswa ini untuk bertanding. Kedua Tim berasal dari Prodi Akuntansi, yaitu Akuntansi Keuangan Publik dan Perbankan Syariah. Forum Alumni Akuntansi juga memberikan kontribusinya dalam keberangkatan Tim. Kedua Tim dibimbing oleh Muhammad Zuardi SE MSi, Dr. Rini Indahwati SE Ak MSi, Dina Arfianti Siregar SE MSi dan Dr. Ilham Hidayah Napitupulu SE Ak MSi.(REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.