KampusMedan – Medan, Dalam upaya memberikan gambaran jelas tentang tantangan dan peluang era disrupsi sebagai dampak Revolusi Industri 4.0, ITMI Medan menggelar seminar “Mempersiapkan Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4,0”, dengan nara sumber Dr Niko Soter Sihombing ST SKom MM, Rabu (7/8) di Aula kampus tersebut di Jalan Asia Mega Mas Medan.

Niko Soter Sihombing memaparkan perkembangan revolusi industri, karakteristik kaum milenial, apa yang harus dipersiapkan milenial, apa dampak Revolusi Industri 4.0 dan peluang apa yang bisa dimanfaatkan. “Karakteristik milenial itu confidence, creative, connected. Maka lulusan ITMi harus memiliki sifat ini, tapi tidak hanya pasif. Kreativitas itu harus dilanjutkan menjadi sebuah terobosan kearah inovasi, bisa berupa penelitian atau membuka usaha baru yang berbeda dari yang lain, sehingga mendapat tempat di hati masyarakat”,ujarnya.

Sejumlah mahasiswa dan dosen menghadiri seminar dimaksud, Rabu (7/8) di aula kampus tersebut

Menghadapi serangan Revolusi Industri 4.0, Niko Soter meminta mahasiswa ITMI menguasai teknologi digital, baik mahasiswa ekonomi maupun mahasiswa komputer. “Kalau jurusan akuntansi, siapkan dirimu dengan teknologi digital, supaya anda dilirik perusahaan. Jangan hanya belajar akuntansi saja. Tidak cukup materi pelajaran yang anda peroleh di kampus, lengkapi dengan teknologi digital, karena memang eranya, karena semua transaksi sudah menjadi transaksi digital”,tegasnya.

Dijelaskannya, akibat era Revolusi Industro 4.0 tersebut, maka makin maraklah e-commerce, market place, e-bussiness, e-leraning, m-banking. “Kondisi ini membuat lapangan kerja hilang 75 persen. Tapi bukan berarti tidak ada lapangan kerja, tetap ada tapi shifting, terjadi pergeseran. Misalnya dari ojek pangkalan menjadi ojek online, pembayaran tunai menjadi pembayaran digital. Maka siapkan dirimu dari sisi teknologi digital”,jelasnya.

Salah seorang mahasiswa dari jurusan Teknologi informatika, mempertanyakan persiapan mereka jika buka usaha kedepan begitu lulus kuliah. Niko Soter memberi kata kunci, yaitu kolaborasi. “Di era ini dituntut kolaborasi. Kita tidak mampu sendirian melakukan sesuatu, harus bekerjasama dengan orang lain, termasuk berkolaborasi dengan kompetitor. Kampus berkolaborasi dengan kampus lain. Kita saling menguatkan untuk menghadapi perubahan pasar”,tegasnya.

Salah seorang mahasiswa ketika bertanya soal persiapan membuka usaha

Turut dihadiri sejumlah dosen, seperti Rudy dan Ramson Sijabat MKom, tidak lupa Niko Soter menyampaikan pentingnya soft skill, karena ijazah yang dimiliki tidak cukup mendapatkan pekerjaan yang bagus. “Misalnya mengikuti pelatihan apa, sehingga memperoleh surat keterangan pendamping ijazah. Itu penting, sehingga perusahaan melihat kemampuan atau kompetensi anda”,pungkasnya.(RED/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.