KampusMedan – Medan, Dalam upaya meningkatkan wawasan mahasiswa soal dunia kerja secara umum, dan penerapan strategi marketing di real bussiness, mahasiswa Fakultas  Ekonomi Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan Semester 3 Pagi B melakukan kunjungan studi ke Grand Sehat Pro Auto Clinic (dulu sehat motor) di Jalan Sei Batanghari No 158 Medan, Senin (3/12/2018).

Limas Kosim memberikan souvenir kepada mahasiswa yang mengajukan pertanyaan

Sekitar 39 mahasiswa dipimpin dosen pembimbing Mangasi Butarbutar SE MM langsung mendapat sharing berharga dari owner Grand Sehat Pro Auto Clinc, Limas Kosim. Limas  Kosim menjelaskan perjalanan bisnisnya tersebut, dari 7 karyawan tahun 1993 hingga 200 orang saat ini, dari 5 mobil per hari hingga 250 mobil saat ini. Ia menjelaskan jatuh bangun bisnis dan target membuka 300 outlet serta Initial Public Offering (IPO) atau menerbitkan saham di Pasar Modal tahun 2030 mendatang.

Mahasiswa mendapat penjelasan ketika mengunjungi bengkel di divisi engine

“Awalnya kami tumbuh dengan strategi fokus dan total. Ternyata strategi ini tak cukup untuk menjadi lebih besar. Kami pun mengganti logo menjadi lebih agresif lagi, ditambah dengan visi dan misi yang lebih terukur, goal, strategy dan action plan, dengan tetap memegang teguh nilai utama perusahaan, yaitu meningkatkan harkat manusia yang berdedikasi tinggi, bertanggungjawab dari setiap individu maupun kelompok secara mandiri”,ujarnya.

Mahasiswa mendapat penjelasan di bengkel soal body repair

Didampingi Manager HRD, Petra dan tim, Limas Kosim menegaskan, bahwa ternyata kalau hanya dengan visi, misi, goal, strategy dan action plan tidak mampu membuat bisnis berkembang pesat. Oleh sebab itu mereka mengganti logo yang menggambarkan kecepatan berubah dan berlari kencang, didukung strong point yang membedakan bengkel ini dari bengkel kebanyakan lainnya..

“Kami berpikir bahwa kalau tidak ada strong point yang membedakan kami dengan bengkel lain, maka pelanggan tidak akan memilih kami. Oleh sebab itu kami menegaskan bahwa setiap divisi harus memiliki strong point. Strong point itu mungkin tidak langsung terlihat pelanggan, tapi hasil pekerjaan kami membuktikan bahwa layanan kami beda”,tambahnya.

Mahasiswa mendapat penjelasan soal penggantian oli mobil

Ia menjelaskan, positioning market Sehat Motor adalah bengkel spesialis, bengkel keluarga dan bengkel premium. Maka Sehat Motor pun berbenah menyesuaikan diri dengan positioning tersebut. “Sebagai bengkel spesialis, kami memiliki mekanik yang handal dan spesialist di bidangnya. Kalau selama ini pekerjaannya mengurus suspensi, maka hanya pekerjaan itulah yang menjadi kewajibannya, akhirnya dia jadi pakar di bidang suspensi itu”,tegasnya.

Sebagai bengkel keluarga, Sehat Motor menghadirkan bengkel modern dan ramah bagi keluarga. Saat ini wanita, mahasiswi, ibu rumah tangga dan anak-anak, khususnya Sabtu dan Minggu sudah akrab dengan bengkel ini, karena tersedia fasilitas yang memanjakan mereka, yaitu refleksi, cafe, play ground, Mushola, Hot Spot Wifi. Sebagai bengkel premium, pihaknya mendatangkan peralatan canggih di bengkel ini ditambah dengan SDM spesialis, membuat pelanggan rela membayar cost untuk itu.

Mahasiswapun antusias bertanya, mulai dari Ester yang mempertanyakan perubahan logo, Diana yang mempertanyakan strategi franchising, Ingot yang mempertanyakan strategi marketing untuk seluruh outlet, Sri mempertanyakan masalah krusial yang menjadi titik awal bangkitnya Sehat Motor, Desy mempertanyakan kaitan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Dengan berapi-api Limas Kosim memberikan jawaban yang mantap. Ia menambahkan, bahwa yang membuat Sehat Motor leading adalah dukungan budaya perusahaan, training terjadwal 6 kali sebulan dengan menghadirkan trainer lokal dan nasional, kerjasama dengan Innovam Nederland yang membuka Innovam Indonesia di CBD Polonia, kerjasama dengan Yayasan Dharma Bakti Astra, kerjasama dengan AutoMate dari Australia.”Pakar itu adalah SDM terlatih ditambah teknologi. Makanya kita buat training, kita hadirkan teknologi tercanggih di dunia. Inilah membuat kita memiliki 100 strong point dibandingkan bengkel lain”,ujarnya sambil menunjukkan handuk pembersih car wash yang berbeda-beda untuk kaca dan body mobil, termasuk membersihkan pertama untuk abu dan pasir agar body mobil tidak tergores.

Setelah mendapat penjelasan dari Limas Kosim, Esron sebagai Ketua Kelas menyampaikan terimakasih sudah diterima berkunjung. Tidak ketinggalan, Mangasi Butarbutar juga menyampaikan hal yang sama, dimana kunjungan studi ini mampu menambah wawasan mahasiswa FE UNPRI tentang dunia kerja dan penerapan strategi marketing. Kunjungan diakhiri dengan tour area, dilanjutkan foto bersama.(RED/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.