KampusMedan – Medan, Setelah menyelesaikan Yudisium mahasiswa lulusan angkatan ke-7 Fakultas Psikolog Universitas Prima Indonesia (UNPRI) bersama sejumlah dosen, menggelar bakti sosiaal dan mengunjungi sejumlah Panti Asuhan di Medan, 1 September 2019.

Menurut Dekan Fakultas Psikologi UNPRI, Rianda Elvinawanty SPsi MSi, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas keberhasilan mahasiswanya menelesaikan studi di kampus multi etnis tersebut.Dikatakan Elvinawanty, kunjungan sosial ini dilaksanakan pada dua tempat yang berbeda, yakni Jompo Karya Kasih Medan yang diisi denganacara kunjungan kasih dan pemberian sembako.

Sedangkan tempat kedua adalah Panti Asuhan Evangeline Booth Medan, acara diisi dengan pemberian sembako dan alat-alat tulis, yang dilanjutkan dengan permainan games bersama puluhan anak yatim.”Acara sebelumnya dibuka dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama dengan anak panti asuhan sebagai tanda syukur dan sukacita, atas keberhasilan mahasiswa kami dalam menyelesaikanstudinya di Fakultas Psikologi UNPRI selama 4 tahun,” katanya, kepada wartawan.

Selain dekan, perwakilan lulusan dari Fakultas Psikologi juga memberikan plakat sebagai kenangan-kenangan kepada pihak Panti Asuhan, dalam hal ini diwakili Mayor Leni sebagai Kepala pengurus Panti Asuhan Evangeline Booth Medan.Yuang lebih menariknya lagi, anak-anak Panti Asuhan juga memberikan persembahan lagu dan tarian pada saat acara berlangsung.

Sementara di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Senin (3/9/2019), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dosen dan mahasiswa yang baru selesai yudisium, yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut, karena ini merupakan kegiatan positif.

Tommy juga menayatakan gembira dengan kegiatan sosial yang dilakukan Fakultas Psikologi UNPRI. Tokoh pendidikan Sumut ini berharap, dengan kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan semangat para penghuni panti dalam melakukan aktivitas sehari-hari terutama untuk bersekolah.

Begitu juga dengan kunjungan sosial ke Panti Jompo, Tommy berharap dapat memberikan arti khusus baik para Lansia maupun bagi para mahasasiwa sendiri.”Bagi para lansia, arti khusus ini dapat berupa semangat dan penghiburan sehingga mereka menyadari ketulusan dari orang-orang sekitar yang masih peduli dengan mereka, Sedangkan bagi para mahasiswa/i, arti khusus ini dapat berupa pengalaman berharga, dimana kita bisa belajar untuk menghargai orang lain dan memperlakukan mereka dengan selayaknya,” kata doktor muda ini. (rel/MBB)

 

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.