KampusMedan – Jakarta, PT MD Pictures Tbk (FILM), kembali merilis film baru dan melampaui target penjualan yang telah dicanangkan, dengan membukukan penjualan sebesar Rp232,8 miliar di kuartal ke-3 tahun 2018, yang merupakan lompatan sebesar 67% dibandingkan tahun lalu. Laba usaha meningkat sebesar 48% menjadi Rp122,2 miliar dengan peningkatan laba bersih sebanyak 30% menjadi Rp96,7 miliar.

“Kami telah mencapai prestasi ini berkat keahlian dan pengalaman kami di industri perfilman dan dengan mengaplikasikan strategi yang tepat,” demikian disampaikan Manoj Punjabi, Direktur Utama FILM.

Total asset FILM meningkat mencapai Rp1,4 triliun pada akhir kuartal ini dengan kondisi keuangan yang sehat dimana total liabilitas menurun dibandingkan tahun lalu menjadi Rp54,7 miliar.
MD Pictures yang IPO pada tanggal 7 Agustus 2018 lalu merupakan perusahaan dalam industri film pertama yang go public di Bursa Efek Indonesia. Pada saat IPO, FILM telah mentargetkan penjualan mencapai Rp200 miliar pada tahun 2018.

“Kami bangga sejauh ini on track dalam memenuhi apa yang telah kami janjikan kepada para pemangku kepentingan. Sebagai perusahaan terbuka, kami telah menyiapkan diri untuk menjadi panutan dalam industri. Kami percaya dengan menerapkan standar yang tinggi, termasuk transparansi serta dalam penerapan standar akuntasi yang baik, hal ini tidak hanya akan memberi nilai tambah bagi pemangku kepentingan MD Pictures, namun juga industri perfilman di Indonesia,” lanjut Manoj”,ujarnya.

Dari sisi kinerja saham, saham FILM telah mencapai capital gain sebesar 380,95% sejak IPO, menduduki urutan kedelapan capital gain dari 47 perusahaan yang IPO selama tahun 2018, dengan harga penutupan Rp 1.010 pada penutupan tanggal 31 Oktober 2018.

Dari sisi operasional, FILM telah terbukti menjadi salah satu yang paling efisien dalam industri dengan penerapan conveyer belt model yang memungkinkan skala dan jumlah produksi film yang tinggi serta replikasi yang mudah untuk menjaga konsistensi dan efisiensi. Melalui anak perusahaan FILM, PT Studio Tujuh, FILM memiliki studio yang memungkinkan pembuatan film menjadi efisien dengan kualitas lebih baik. Saat ini studio tersebut memiliki luas lahan sekitar 2,4 hektar di Jalan Raya Ceger, Jakarta. FILM juga didukukung oleh manajemen talenta yang sangat bagus dan strategy marketing yang kuat.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan kinerja usaha serta menyerap peluang bisnis yang terus berkembang, FILM telah membentuk anak usaha baru PT Paw Pic Studio Indonesia dengan nilai investasi Rp 10 miliar dari sumber internal, dengan porsi saham sebesar 60%. Dengan demikian FILM memiliki peluang lebih besar lagi untuk memproduksi, menerbitkan dan mengedarkan film dan video lebih banyak dan berkualitas yang pada gilirannya akan berdampak pada membesarnya market share, yang pada tahun lalu telah mencapai sekitar 24%. (REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.