KampusMedan – Medan, Dalam upaya mendorong kemandirian petani sawit Indonesia, digelar Jambore Petani Sawit Indonesia, Kamis (4/4/2019) di Gedung MICC Medan. Acara tersebut menghadirkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Ir Toga Sitanggang dari GAPKI dan Dr.Suroso dari PPKS, petani sawit dan juga Rektor UHN Dr.Haposan Siallagan SH MH, yang sangat mendukung acara tersebut.

Dalam paparannya, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah berupaya melawan isu negatif yang dilontarkan Uni Eropa tentang Minyak Sawit Kotor, pemerintah juga mengharapkan perlawanan yang sama, antar lain upaya melakukan kegiatan peremajaan sawit melalui program pemerintah yaitu PSR (Peremajaan Sawit Rakyat), yang tujuannya adalah produksi meningkat, petani sejahtera dan mematuhi kriteria sawit berkelanjutan. “Pemerintah akan menyiapkan industri hilirisasi untuk menciptakan kesejahteraan bagi petani sawit rakyat, dimana petani sawit terdiri dari 40% luasannya dibidang perkebunan kelapa sawit”,ujarnya.

Rektor UHN Medan (pakai batik paling kiri) turut menghadiri dan mendukung Jambore Petani Sawit Indonesia tersebut

Sementara itu, Togar Sitanggang (GAPKI) mengatakan, pihaknya memperjuangkan kesejahteraan petani sawit, dimana sawit merupakan penyumbang devisa negara. Menurutnya GAPKI akan mendorong Ditjenbun untuk melakukan percepatan program PSR. Sementara Dr. Suroso (PPKS) mengatakan, sawit berkelanjutan dimulai dari bibit yang legal dan unggul. Pengelolaan budidaya sawit dalam hal pemeliharaan, panen dan pengangkutan. Sehingga edukasi yang diberikan ini para petani diharapkan dapat sejahtera krn produktifitas yang meningkat.

Muchtar S. Sinaga SP MM, Ketua Panitia Jambore yang juga dosen Fakultas Pertanian UHN Medan, mengatakan Jambore Petani Sawit Indonesia merupakan gagasan yang berasal dari keinginan untuk menghimpun potensi dan menyatukan visi misi petani sawit, agar dapat lebih mandiri dan bermitra dengan stakeholder terkait. “Power Will yang digaungkan diharapkan dapat mendorong banyak kebijakan, baik berskala nasional maupun internasional yang memihak serta mendukung nasib petani sawit Indonesia.

Ketua Panitia Muchtar S.Sinaga SP MM (tengah) foto bersama mahasiswa Fakultas Pertanian UHN Medan yang turut membantu panitia Jambore Petani Sawit Indonesia

“Selain hal tersebut, dengan diadakannya Jambore Petani Sawit Indonesia Tahun 2019, diharapkan para petani sawit secara umum dapat saling bahu membahu dalam menghadapi segala tantangan dan tuntutan masa depan perkebunan sawit, guna mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan. Massa Petani pun siap jika pemerintah membutuhkan tenaga untuk melawan pihak uni eropa tentang black campaign”,ujar Muchtar S.Sinaga SP MM.

Ditanya soal sasaran jambore dimaksud, Muchtar S Sinaga mengatakan, pihaknya ingin mempertemukan para petani sawit berskala nasional, mempertemukan berbagai kepentingan guna mendukung kemajuan dan kemandirian petani sawit, menghasilkan rasa persatuan berskala nasional pada diri petani sawit dalam mengisi kemerdekaan, meningkatkan animo dan antusiasme masyarakat non-sawit dalam mendukung usaha perkebunan sawit, mendukung kampanye pro-sawit yang berkelanjutan, edukasi dan peningkatan kapasitas petani sawit.

Ia mengatakan acara jambore tersebut diikuti 1.750 peserta sebagai utusan dari berbagai daerah. Sebanyak 50 orang mahasiswa UHN Medan dihadirkan untuk membantu Panitia Jambore, hal ini sebagai bentuk dukungan Rektor UHN terhadap acara dimaksud. (REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.