KampusMedan – Medan, Berangkat dari keinginan untuk mewujudkan sebuah dunia yang damai tanpa ada perasaan superioritas di muka bumi ini, Guru Besar Universitas Bochum Prof. Dr. Claudia Jahnel memberikan kuliah umum di Universitas HKBP Nommensen (UHN), Medan dengan topik Theologia Misi dan pandangan Kristen mengenai multikulutural dan multi religius yang dimoderatori oleh Pdt. Julius Simaremare MTh di Ruang Dr. Justin, Senin (30/09/2019).

Sebelum kuliah umum dimulai, terlebih dahulu Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Drs. Samse Pandiangan MSc PhD dalam sambutannya mengatakan, UHN Medan saat ini terus berbenah untuk menjadis ebuah kampus yang mengedepankan mutu dan terus melakukan internasionalisasi. Kuliah Umum hari ini kerjasama antara United Evangelical Mission (UEM) dan juga UHN Medan merupakan sebuah kemitraan yang sangat bagus.”Kami sangat berterima kasih Prof. Claudia Jahnel bisa memebrikan kuliah umum di Kmapus kami ini”,tegas Wakil Rektor IV ini lagi.

Sementara Pdt. Dr. Pintor M. Sitanggang dalam sambutannya mengatakan, UHN Medan sebagai milik Gereja HKBP sangat konsern dengan pendidikan multikultural. UHN dengan motto Pro Deo Et Patria terus melakukan pembenahan bagaimana agar sumber daya manusia yang dihasilkan adalah sumber daya yang takut aka Tuhan. UHN terus berbenah sesuai dengan kondisi dan tantangan jaman. “Kami disini mendidik dengan nilai Kekristenan dan harapan kami lulusan UHN adalah lulusan yang punya mutu dan mampu jadi
pembawa garam dan terang. Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kedatangan Prof. Dr. Claudia Jahnel ini”, tegas Pdt. Dr. Pintor M Sitanggang lagi.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Claudia Jahnel mengatakan, saat ini UEM terus mengembangkan Theologia Misi karena Theologi Misi adalah sebuah program yang mengedepankan pendekatan humanis. Theologia Misis angat menghargai nilai budaya dan multi keyakinan. Theologia Misi mendorong semua orang Kristen untuk jadi pembawa damai dan juga mencegah perasaan superioritas. Saat ini di era Globalisasi di tandai dengan adanya kemajuan dalam semua aspek.

“Untuk itu, keberagaman budaya adalah sebuah potensi. Untuk itu dalam era globalisasi ini, kerjasama antar agama, dialog antar iman, adalah sebuah keharusan yang harus kita kedepankan. Saat ini dunia di perhadapkan pada berbagai konflik, untuk itu Theologia Misi hadir sebagai sebuah gerakan untuk membawa damai dengan mendorong pemahaman bahwa keberagaman adalah kenyataan dan harus kita rawat”,tegasnya

Prof. Dr. Claudia Jahnel kembali mengatakan dan menegaskan, agama harus membawa damai. Untuk itu, Theologia Misi sangat mengedepankan kasih dan damai. Dalam Theologis Misi agama juga adalah urusan publik juga. Dalam Theologia Misi kita punya tanggung jawab bahwa kita ahrus terpanggil untuk merawat keberagaman dan membawa damai di tengah multi religius, inilah panggilan kita yang sangat esensial bagi umat Kristen. Kuliah umum ini diikuti oleh para mahassiwa dan juga lintas dsoen dari berbagai Fakultas Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan.(REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.