KampusMedan – Medan, Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi Sumatera Utara – Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (FDAPT SUMUT-IAI KAPd menggelar kegiatan Simposium Ilmiah Akuntansi (SIA) III tahun 2019, yang merupakan agenda rutin tahunan, dilaksanakan di Universitas Methodist Indonesia (UMI) Sumatera Utara dengan tema “Profesi Akuntasi Di Era Revolusi Industri 4.0”.

Menurut Koordinator FDAPT SUMUT-IAI KAPd Dr. Deliana SE Ak MSi CA, tema SIA ini merupakan suatu tema yang sangat besar, yang merupakan kepedulian akuntan-akuntan terhadap kualitas Perguruan Tinggi di Indonesia dan Sumatera Utara Khususnya. “Dalam era Revolusi Industri 4.0, kompetisi tidak lagi hanya ditentukan oleh besar kecilnya suatu perusahaan, melainkan ditentukan kecepatan bekerja suatu perusahaan termasuk kecepatan merespon perubahan lingkungan dan teknologi yang sangat dinamis. Keadaan ini semakin dipersulit karena dalam era internet of things yang menjadi karakteristik utama revolusi industri 4.0, transaksi dapat dilakukan lintas batas negara sehingga implementasi peraturan perpajakan menjadi semakin rumit. Hal ini bukan hanya menimbulkan kerumitan secara internal perusahaan, namun juga bagi pemerintah sebagai pihak yang berkepentingan dalam pemungutan pajak. Dalam konteks ini, revolusi industri 4.0 menjadi penggerak bagi otoritas pajak untuk meninggalkan cara-cara konvensional menuju sistem operasional dan pelayanan yang terkoneksi dalam platform atau aplikasi digital”,ujarnya ketika membuka SIA III tersebut.


Ketua Ketua Pelaksana Melanthon Rumapea SE MSi Ak CA (kiri) menyerahkan penghargaan kepada moderator Dr. Rini Indahwati SE Ak MSi CA

Menurutnya, dalam menjawab tantangan untuk merespon perubahan tersebut, profesi akuntan harus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan untuk menghadapi perkembangan industri tersebut. ia menambahkan, fase krusial untuk menghasilkan SDM dengan kualifikasi tersebut berada pada tahap pendidikan tinggi, oleh karena itu peran perguruan tinggi sangat di tuntut.

“Program studi akuntansi harus mampu merespon perkembangan revolusi industri 4.0 sejak perancangan dan implementasi kurikulum, updating subtansi pembelajaran dan berbagai hal lainnya dalam proses pembelajaran. Program studi akuntansi harus berjalan beriringan dengan perubahan industri dan transaksi bisnis yang semakin kompleks. Kegagalan untuk beradaptasi dengan perkembangan lingkungan akan membuat pendidikan akuntansi gagal menghasilkan SDM yangdibutuhkan oleh pasar. Peran Dosen di Perguruan Tinggi sangat dibutuhkan dalam upaya menghasilkan SDM yang berkualitas tersebut.Sebagai Dosen adanya tuntutan dari Tri-Dharma Perguruan Tinggi yaitu kewajiban untuk melakukan tugas pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, ada pula kewajiban untuk melakukan publikasi terhadap hasil-hasil penelitiannya, baik dalam skala nasional maupun internasional”,tandasnya.

Ia menjelaskan, publikasi ilmiah dapat dilakukan melalui simposium, konferensi ilmiah atau pun jurnal-jurnal. Oleh karena itu hal ini mendasari FDAPT SUMUT-IAI KAPd danIAI Wilayah Sumatera Utara kembali melaksanakan Kegiatan SIA tahun 2019 ini berkerja sama dengan Universitas Methodist Indonesia sebagai pihak penyelenggra, serta dibantu oleh Perguruan tinggi di Sumatera Utara yang meliputi: Politeknik Negeri Medan, Universitas Negeri Medan, Universitas PancaBudi, Universitas Prima Indonesia, Universitas Dharmawangsa dan Universitas Katholik Santo Thomas Medan.

Rektor Universitas Methodist Indonesia Drs. Humuntal Rumapea MKom, mengatakan SIA III membawa pengaruh penting bagi Universitas Methodist Indonesia, akademisi, praktisi, pebisnis, dan pemerintah di Sumatera Utara, khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk menunjukkan kepedulian terhadap dunia penelitian ilmiah.

“Terimakasih kami sampaikan kepada panitia yang telah bekerja keras untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan ini.Terimakasih kepada semua peserta dan partisipan yang telah menghadiri dan mensukseskan pelaksanaan SIA ke-3. Akhirnya sesuai dengan tema SIA ke-3 “Profesi Akuntasi Di Era Revolusi Industri 4.0 ” kami berharap dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang akuntansi untuk Akuntan Indonesia yang profesional”,pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana SIA III Melanthon Rumapea SE MSi Ak CA menyampaikan bahwa SIA III membawa pengaruh positif bagi Dosen-dosen di Sumatera Utara dan di Indonesia serta bagi masyarakat. Menurutnya, pengaruh positif tersebut diharapkan mampu menciptakan karya-karya ilmiah yang dapat mendorong peran profesi akuntan dalam berinteraksi dengan masyarakat secara luas dan menguatkan profesionalitas akuntan di Perguruan Tinggi dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, yang bukan hanya merupakan tantangan namun juga menjadi peluang bagi Perguruan Tinggi untuk menciptakan akuntan-akuntan yang professional.

“Profesi akuntan, sebagai salah satu profesi yang sangat terkait dengan bisnis, juga dituntut untuk responsif terhadap perubahan lingkungan yang sangat cepat tersebut. Saya berharap kerjasama yang sudah terjalin ini dapat dilakukan untuk masa mendatang dengan lebih baik lagi.Semoga SIA ke-3 ini mendatangkan manfaat bagi kita semua dan mampu mendorong peran profesi akuntan untuk tetap eksis dan profesional di dunia akuntansi untuk Indonesia”,tegasnya.(RED/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.