Era Disruptive Technology tidak hanya membawa dampak negatif seperti yang orang lain pikirkan, dimana mereka senantiasa selalu berpikir tentang hilangnya pekerjaan yang dilakukan oleh manusia, namun nantinya akan digantikan oleh teknologi. Dapatkah kita mengubah mindset maupun cara pandang terhadap suatu perubahan yang terjadi saat ini? Mengubah yang kiranya dirasakan sebagai ancaman, namun menjadikannya peluang?

e-Filing Blessed, Never Stressed

Penyampaian SPT di tahun 2020 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan informasi dan data dari website resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) (www.pajak.go.id), pengguna aplikasi untuk penyampaian SPT secara elektronik terus meningkat. Pada Tahun 2013 pengguna e-filing tercatat sebanyak 24.509 wajib pajak, sedangkan pada April 2017 melonjak menjadi 6.9 juta Wajib Pajak.

Meningkatnya lonjakan wajib pajak yang melaporkan pajaknya secara daring, membuktikan bahwa sistem maupun akses yang telah diupayakan oleh Dirjen Pajak berhasil. Hal ini ditandai dengan penggunaan aplikasi maupun ASP (Aplication Service Provider) diminati oleh Wajib Pajak. Pemakaian aplikasi maupun ASP untuk menyelesaikan kewajiban perpajakan merupakan salah satu bentuk kepuasan dan harapan dari pengguna aplikasi untuk membantu menyelesaikan pekerjannya. Sebab, semakin tinggi kualitas
sistem dipahami oleh pemakai, maka semakin sering user menggunakan sistem tersebut dan semakin puas menggunakannya.

Peningkatan atas penggunaan aplikasi secara signifikan ini mengindikasikan Wajib Pajak sudah dapat merasakan e-filing memberikan banyak manfaat, diantaranya manfaat e- filing yang akurat, mudah, murah dan cepat, serta terjamin kerahasiannya. Wajib pajak tidak perlu menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya hanya untuk antri di Kantor Pelayanan Pajak untuk lapor SPT Tahunan.

Jika dilihat dari sisi pihak DJP, sebelum diberlakukan e-Filing DJP mengeluarkan beban administrasi yang cuku besar seperti halnya penerimaan, pengolahan, dan pengarsipan SPT sepanjang tahun dan tentunya memakan waktu yang lama. Hal-hal tersebutlah yang melatarbelakangi diciptakannya proses penyampaian SPT yang lebih praktis, minim biaya, waktu, dan lebih memudahkan wajib pajak, yaitu dengan e-filing.
Pajak, Demokrasi dan Gotong Royong

Ditengah pandemi yang juga melanda, tidak hanya Indonesia, namun dunia juga merasakan dampak yang membuat perekonomian terpuruk. Menurut Dr. Soeparman Soemahamidjaja dalam disertasinya “Pajak Berdasarkan Asas Gotong Royong” menyatakan: “Pajak adalah iuran berupa uang atau barang yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma-norma hukum, guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa-jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum”.

Pajak dalam fungsi demokrasi merupakan wujud sistem gotong royong. Fungsi ini dikaitkan dengan tingkat pelayanan kepada masyarakat pembayar pajak. Lemahnya perekonomian saat ini, tentunya kita sebagai rakyat Indonesia sadar bahwa negara ini masih sangat bergantung pada pajak.

Tak hanya mengharapkan Wajib Pajak untuk patuh atas pajak, gotong royong hadapi covid-19, sistem ini juga membuat masyarakat mendapatkan fasilitas pajak penghasilan, diantaranya jenis kegiatan seperti produksi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga, pemberian sumbangan dalam rangka penanganan covid-19, penugasan di bidang kesehatan untuk penanganan covid-19, penyediaan harta untuk digunakan dalam penanganan covid-19, serta buyback saham di bursa efek juga menjadi perhatian DJP untuk mengimbau masyarakar dalam mengambil bagian dalam upaya bersama menghadapi covid-19 dan tetap menyampaikan laporan secara online kepada Direktorat Jenderal Pajak.

Dapat dibayangkan apabila kesadaran dan tingkat kepekaan gotong royong rakyat Indonesia melalui pajak, tentunya dapat memaksimalkan manfaat pajak untuk memperbaiki perekonomian. Menghadapi pandemi, Direktorat Jenderal Pajak juga tanggap covid-19 dengan menerapkan protokol kenormalan baru. Oleh karena itu, perlunya kesadaran Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Dengan kondisi new normal saat ini, gotong royong pemerintah dan masyarakat akan pentingnya pajak dapat mengurangi  keterpurukan ekonomi saat ini.(RED)

*Penulis Annisa Wulandari , mahasiswi Prodi Akuntansi Semester 6 Politeknik Negeri Medan

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.