KampusMedan – Sibisa, Pemakaian pestisida sebagai pengendali hama, apabila tidak selektif dan tidak tepat dosisnya khususnya pestisida yang mengandung bahan kimia, akan dapat menimbulkan dampak negatif, seperti pertumbuhan tanaman tidak normal, kandungan nutrisi tanaman bercampur dengan pestisida sehingga menurunkan kesuburan tanah, membunuh musuh alami hama dan menyebabkan resurjensi hama dan lain-lain. Aplikasi pestisida anorganik yang tidak tepat juga akan mengganggu kesehatan manusia dan mencemari sumber daya alam dan lingkungan serta dapat merusak unsur hara tanah.

Dalam rangka mengurangi ataupun meniadakan penggunaan pestisida kimiawi, dipandang perlu aplikasi pestisida botanik atau nabati mulai digalakkan sebagai pestisida organik. Oleh sebab itu, Tim Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) melakukan pengabdian dengan judul Penyuluhan dan Penerapan Alat Untuk Pembuatan Pestisida Organik di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Provinsi Sumatera Utara ini, Senin (14/12/2020).

Menurut Ketua Tim, Ir.Berta br Ginting MT, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi/memberikan keterampilan kepada para petani di Desa Pardamean Sibisa, agar mereka tahu dan mampu untuk membuat pestisida nabati yang murah dan ramah lingkungan, untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan aman untuk kesehatan manusia. Selain itu diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani dengan menghemat biaya produksi.

Saat Penyuluhan Berlangsung

Didampingi anggota tim lainnya yaitu Melvin BH Sitorus MT, Marlon Tua P.Sibarani MT dan Enda Yunita Surbakti SE Ak MSi, Ir.Berta br Ginting MT menambahkan, metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan dengan mengutamakan partisipasi peserta (masyarakat/utusan kelompok tani) dalam membuat serta mengaplikasikan pestisida organik. Selain itu diundang juga seorang petani (narasumber) yang telah sukses menerapkan pengendalian hama dengan pestisida organik untuk membagikan pengalamannya. Kemudian secara berkelompok, para peserta workshop diminta untuk praktek langsung.

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dengan pemberdayaan petani melalui pengabdian masyarakat dalam membuat pestisida organik dari tanaman lokal, telah dilaksanakan di lokasi wisata Kaldera. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan dosen Politeknik Negeri Medan serta perwakilan kelompok tani Rahmahita dan kelompok tani Roma yang ada di desa Pardamean Sibisa sebanyak 20 orang.

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini diikuti secara serius oleh para kelompok tani, hal ini dapat dilihat dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka sampaikan pada saat pelaksanaan dan mempraktekkan/mengoperasikan langsung menggunakan mesin pencincang bahan baku pestisida organik yang telah disiapkan oleh tim pengabdian.

Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini yakni perwakilan kelompok tani yang hadir dapat mengetahui dan melihat langsung keampuhan dari pestisida organik yang dibuat dengan menyemprotkannya kepada semut, semut-semut tersebut panik, mabok menggelepar lalu mati. Penyuluhan ini dijelaskan oleh narasumber dan diterima dengan baik oleh para perwakilan kelompok tani yang hadir.(REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.