KampusMedan – Parbuluan, Tim Pengabdian Kemitraan kepada Mayarakat (PKM) Politeknik Negeri Medan (Polmed), pada hari Jumat 22 November 2019, mengadakan kegiatan PKM di desa Parbuluan III dengan judul PKM Pelatihan Pengoperasian dan Perawatan Mesin Penggiling Biji Kopi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kopi di Desa Perbuluan III Kecamatan Perbuluan Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.

Tim PKM POLMED ini terdiri dari tiga dosen, dimana dua orang dosen sebagai anggota yaitu Udur Hutabarat ST MT, Berman Panjaitan ST MT dan seorang ketua tim Kristianus B. Siahaan SSi MSc. Tim PKM Polmed ini mengadakan pelatihan tentang cara mengoperasikan mesin penggiling biji kopi dengan benar dan merawat mesin penggiling kopi agar dapat digunakan dalam waktu yang relatif panjang. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan petani kopi di desa Parbuluan III. Lewat kegiatan ini para petani kopi diharapkan mampu memanfaatkan mesin penggiling kopi yang diserahkan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani kopi.

Ketua Tim PKM Polmed, Boby Siahaan SSi MSc (kanan) ketika menyerahkan mesin penggiling kopi kepada kepala desa setempat

Desa Parbuluan III adalah salah satu desa di Kecamatan Parbuluan. Iklim Desa Parbuluan yang dingin sangat cocok untuk tanaman kopi. Penduduk desanya mayoritas petani kopi. Para petani desa ini kebanyakan menjual biji kopi dalam bentuk gabah. Hal ini dikarenakan hanya sebahagian kecil warga desa yang memiliki mesin penggiling dan alat penyangrai biji kopi. Keadaan ini sudah cukup lama dirasakan masyarakat Parbuluan III, akibatnya nilai ekonomi yang mereka dapatkan kurang maksimal.

Para petani kopi sangat antusias menyambut kedatangan tim PKM Polmed dan pelatihan yang dilaksanakan. Mereka sungguh menantikan perhatian pemerintah untuk membantu mereka meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Hal ini tergambar dari raut wajah dan pengutaraan langsung dari salah seorang petani kopi yang ikut menghadiri kegiatan PKM.

“Lewat kegiatan ini tim kami juga menemukan beberapa hal yang berkaitan dan juga menjadi permasalahan para petani seperti alat penyangrai biji kopi, teknik pengolahan biji kopi agar menjadi varian minuman yang dapat dipromosikan, alat pengemas/packing dan teknik/media pemasaran bubuk kopi. Semua kendala ini menjadi hal yang perlu diperhatikan dan dicari solusinya. Tim PKM Politeknik Negeri Medan berkeinginan untuk menindaklanjuti apa yang telah didahului di desa ini. Ke depannya akan diadakan kegiatan PKM di desa ini dengan fokus yang berbeda”,ujar Ketua Tim Boby Siahaan. (REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.