KampusMedan – Lubuk Pakam, Desa Bangun Sari Baru berjarak 21,3 km dari Kampus Politeknik Negeri Medan (Polmed), dimana mayoritas penduduknya hidup dari hasil pertanian tanaman holtikultura, dengan usia pemanenan yang relatif singkat pada setiap periode penanamannya, seperti jagung, ubi kayu, pepaya dan tanaman cabai.

Tim Pengabdian Politeknik Negeri Medan mengadakan kegiatan pengabdian yang menyentuh pekerjaan sehari-hari mereka, khususnya kepada warga kelompok tani Setia Kawan sebagai mitra kegiatan ini. Permasalahan yang dihadapi adalah para petani tanaman holtikultura sangat tergantung pada curah hujan, sehingga apabila musim kemarau panjang sering terjadi, maka gagal panen pun dialami petani, dimana teknik pertanian yang diterapkan masih tergolong sangat sederhana dan tanpa ada saluran irigasi.

Pada saat melakukan survey, didapati tanaman jagung yang pertumbuhannya kurang baik (kerdil) dengan warna daun menguning tanda tidak mendapat air yang cukup. Besar kemungkinannya untuk tanaman tersebut mengalami gagal panen. Secara teori, tanaman yang dipupuk harus mendapatkan cukup air untuk memperoleh hasil yang maksimal. Pemupukan tanpa air yang cukup tidak akan mendapatkan hasil yang baik. Apabila kondisi gagal ini terus menerus dibiarkan, potensi penghasilan petani dapat tergerus akibat modal yang dikeluarkan selama pengolahan tanah, pembibitan dan pemupukan terbuang sia-sia.

“Maka kami dari tim Polmed menawarkan solusi kepada mitra yaitu pembuatan sumur, lalu pengadaan tower, tanki dan pompa, kemudian membuat instalasi penyiraman dengan metode tekanan grafitasi, air dari tanki dapat juga digunakan untuk kebutuhan rumatangga dan kebutuhan lainnya”,ujar Ketua Tim Januari Hutabarat ST MT.

Tahapan pelaksanaan kegiatan ini dilakukan selama 4 bulan mulai pembuatan proposal, survey, negoisasi dengan mitra, pelaksanaan, uji coba, serah terima peralatan dan pembuatan laporan akhir. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dipimpin oleh Januari Hutabarat ST MT, bersama anggota anggota Kristianus Boby Siahaan MSc dan Agustina Ginting MHum, serta 3 orang mahasiswa Politeknik Negeri medan. Kelompok mitra yaitu kelompok tani Setia Kawan diwakili sebanyak 8 orang. Dalam pelaksanaanya selain melibatkan kelompok tani, juga dibantu 2 orang tenaga ahli dari masyarakat setempat.(REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.