KampusMedan – Stabat, Pascatragedi kebakaran pabrik mancis yang menelan 30 korban jiwa meninggal dunia, pemilik usaha, Burhan ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka karena abaikan keselamatan. Burhan saat ini sudah diamankan pihak kepolisian, yang punya rumah juga diamankan di Polres Binjai.

“Burhan (37) warga Jalan Bintang Terang no 30 Dusun XV Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sunggal Deli Serdang sudah ditangkap petugas, pemilik rumah bernama Sri Maya (47), ibu rumah tangga warga Dusun IV Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat juga sudah diamankan, Belum dapat infonya sudah berapa lama operasinya,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting.

Ia menambahkan, Burhan sebagai pengusaha pabrik mancis tersebut selama ini pabrik atau home industry tidak memperhatikan keselamatan kerja, mengingat usaha ini mengoperasikan bahan-bahan kimia yang perlu standar operasional khusus.”Itu kan bahan-bahan berbahaya.Dibilang home industry tapi keselamatan kerja tak jelas, padahal mereka bersentuhan dengan gas, berbentuk liquid.Bahaya itu, pantang hidup api,” katanya.

Api pemicu peristiwa yang menewaskan 30 orang tersebut disebutkan mulai terlihat pada Jumat (21/6) sekitar pukul 11.30 WIB dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB.Kapolda Sumatera Utara, Irjen Agus Andrianto, mengatakan seluruh korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Saat dievakuasi ke rumah sakit, seluruh korban dalam keadaan hangus terbakar sehingga sulit dikenali. Berikut fakta-fakta kebakaran ‘pabrik’ korek gas tersebut,

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Langkat, Satiman, menuturkan para korban terkunci dari luar saat api membakar bangunan ‘pabrik’ korek gas. Sehingga orang-orang yang berada di dalamnya terjebak dan tak bisa melarikan diri.”Berada di sebuah ruangan itu, tidak sempat menyelamatkan diri. Akibatnya para karyawan tersebut terbakar bersama-sama,” kata Satiman, Jumat (21/6/2019) sore.

Keterangan Satiman senada dengan salah satu warga, Mulyadi, yang tinggal disekitar ‘pabrik’. Pria 50 tahun itu bercerita petugas keamanan ‘pabrik’ sengaja mengunci pintu bangunan dari luar.”Jika ada perlu keluar ruangan, pintu akan dibuka oleh petugas,” kata Mulyadi kepada wartawan di lokasi kejadian.

Kapolsek Binjai AKP Binsar Naibaho menjelaskan kondisi ‘pabrik’ korek gas atau mancis yang terbakar tertutup, bahkan jendela bangunan disebut dibeton.”Keadaan rumah dikunci, jendela depan rumah ditutup, dicor (dibeton). Jadi kita tidak bisa lihat apa kegiatan di dalam,” jelas Binsar, Jumat (21/6/2019).

Binsar mengatakan korban kebanyakan ditemukan di kamar bagian depan. Setidaknya, kata Binsar, ada 28 korban yang ditemukan di kamar itu.”Korban kebanyakan di kamar depan. Dua puluh delapan orang di kamar depan,” tuturnya.

Menaker Siapkan Tim Selidiki Kebakaran ‘Pabrik’ Korek. Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri memberikan instruksi kepada tim Pengawas Ketenagakerjaan untuk mengusut peristiwa kebakaran ‘pabrik’ korek gas ini.”Pengawas ketenagakerjaan di daerah sudah di lapangan. Tim dari pusat segera menyusul. Insiden harus diusut serius,” kata Hanif dalam keterangan tertulis, Jumat (21/6/2019).

Tahap awal, lanjut Hanif, tim pengawas beserta kepolisian berfokus pada penanganan korban. Selanjutnya tim akan melakukan pemeriksaan terkait aspek ketenagakerjaannya. Akan dicari ada-tidaknya pelanggaran norma kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terkait kebakaran dan penyelamatan pekerja.Hanif juga memerintahkan kepada tim tersebut untuk melakukan pemeriksaan pabrik korek api tersebut secara menyeluruh, termasuk memeriksa adanya kemungkinan pelanggaran kewajiban K3 pada pabrik.

Bagas Effendi mengaku pasrah ketika mengetahui Hairani, perempuan yang akan dinikahinya, menjadi korban kebakaran ‘pabrik’ korek gas. Bagas saat ini setia menunggu proses identifikasi yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk menentukan jasad kekasihnya.”Kita juga nggak mau ini terjadi, tapi mau gimana lagi,” ujar Bagas di RS Bhayangkara Medan, Sumatera Utara, dilansir dari Antara, Sabtu (22/6/2019).

Pemuda 21 tahun ini menuturkan dia dan Hairani telah berencana menikah pada 2021. Mereka telah bertunangan pada 2 Februari lalu. Di mata Bagas, kekasihnya adalah sosok yang ramah dan ceria. Namun, diakui Bagas, ada yang berbeda pada Hairani di kali terakhir pertemuan mereka.”Malam (Kamis, 20 Juni 2019) itu, kami masih jumpa di rumahnya. Masih cerita-cerita juga kayak biasanya. Tapi dia agak beda, dia terlihat cemberut,” cerita Bagas.(TMC/MKM)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.