KampusMedan – Medan, Syukuran Tahun Baru (Bona Taon) Punguan Silalahi Raja, Boru Bere Sektor Medan Selatan, yang berlangsung Minggu (3/2/2019) di Monako Park Deli Serdang berlangsung meriah. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut diikuti 80 persen anggota, diisi dengan ibadah, permainan yang mengutamakan kerjasama  tim, hiburan dan lucky draw.

Pdt Darsono Ambarita, ketika memberikan renungan dari Amsal 29: 17-18. Ia meminta para orangtua untuk mendidik anak-anak dengan baik, karena dengan mendidik anak  dengan baik akan memberikan kententeraman dan mendatangkan sukacita. Jika mendidik anak dengan tidak memadai, akan mendatangkan situasi sebaliknya.Namun imbauan hamba  Tuhan tersebut tidak hanya kepada orangtua, ia juga meminta anak-anak yang hadir untuk menghormati dan mematuhi dan menyayangi orangtua.

“Semarah-marahnya orangtua, sebenci-bencinya orangtua, jangan sampai mengeluarkan ucapan yang buruk, apalagi mengarah kepada sumpah serapah. Ucapan itu adalah doa, dan  kalau suatu saat benar terjadi kepada anak seperti yang diucapkan, penyesalan bisa terjadi. Untuk itu mari para orangtua untuk selalu berdoa bersama keluarga, mendoakan anak supaya takut kepada Tuhan”,ujarnya.

Usai ibadah, kata sambutan pun disampaikan sejumlah pihak, seperti Ketua Panitia Bona Taon P.Silalahi, mewakili anggota Ipda L.Nababan, penasehat M.Silalahi (Op.Porman) dan Ketua Punguan Silalahi Raja Medan Selatan AA.Silalahi. Umumnya semua yang menyampaikan kata sambutan menyampaikan syukur karena sehat-sehat memasuki tahun 2019, serta berharap seluruh pengurus dan anggota semakin kompak ke depan.

Usai makan siang bersama, hiburan pun disampaikan hula-hula, boru dan hela. Bahkan tidak jarang di saat lagu yang dibawakan ngebeat, anggota yang hadir pun joget sambil tertawa ceria. Yang muda maupun yang tua larut dalam hiburan tersebut, bahkan anak-anak tidak ketinggalan dengan lagu “Boru Panjaitan” yang dikoordinir Ny.MA Silalahi br Tobing.

Trio Ny.T.Silalahi br Sibarani, Ny.M.Butarbutar br Silalahi dan Ny MA Silalahi ber Tobing

Setelah istirahat sejenak, permainan pun dimulai di lapangan hijau di samping aula yang ditempati. Dimulai dengan permainan individu kepada anak-anak TK, seperti berlomba memindahkan air dari ember dengan menggunakan cup air mineral, dan menjunjung air di kepala dalam gopokan kecil. Permainan ini mendapat perhatian dari para orangtua dan orang lain yang juga berwisata ke Taman Monako.

Glory Maria Siburian (putri G.Siburan br Silalahi)

Pada kategori anak SD, permainan bersifat estafer memindahkan air dalam gopokan kecil yang terdiri dari lima orang. Mereka secara estapet memindahkan air ke tempat yang sudah disediakan sambil berlomba dengan tim lain. Kemudian memimdahkan air dari gopokan kecil kepada temannya yang lain dari atas kepala kepada temannya di belakang lewat insting, karena tidak diperkenankan melihat ke belakang.

Ny.B.Butarbutar dengan putra sulungnya Vincent Nicolas Butarbutar

Permainan ibu-ibu mendapat perhatian paling banyak, karena lomba ini bersifat tim yang dibagi menurut kategori sektor. Seperti ibu-ibu dari kawasan Marindal/Simpang Limun/Garu melawan kawasan Patumbak Amplas, kemudian kelompok ibu-ibu dari kawasan Menteng VII dan Menteng Raya melawan ibu-ibu dari kawasan Air Bersih/Turi/Pulau Harapan/Catur.

Permainan yang diperlombakan antara lain estapet menggunakan tiga potong papan dengan anggota kelompok 5 orang. Namanya perlombaan emak-emak, semua kelompok melanggar aturan main. Sebagian berlari di rumput memindahkan papan, karena orang pertama di depan kadang memindahkan papan ke depan terlalu jauh, akhirnya tak bisa di langkah dengan baik.

Ketua Punguan Silalahi Raja Medan Selatan, AA Silalahi ketika menyerahkan hadiah lucky draw kepada R.Silalahi ST

Pada permainan kedua, memindahkan boto air mineral berisi setengah air menggunakan sarung dengan anggota kelompok 5 orang. Pada permainan ini pun tidak jarang semua kelompok melanggar aturan, botol yang sudah terbalik pun diberdirikan di tengah jalan, sarung dilipat sampai kecil dupaya bisa ditarik dengan ketat. Namun semuanya bergembira dan memunculkan rasa fanatisme kelompok.

Pada kategori kaum bapak tidak terlaksana seperti yang diharapkan, karena tidak banyak bapak-bapak yang bersedia main. Akhirnya dibuat permainan balon dan karet yang mampu mengundang gelak tawa. Respon kaum ibu jauh lebih kuat, karena yang sudah tua pun ikut berpartisipasi, seperti Ny.Silalahi br Manurung dari Jalan Seksama Medan, yang sudah mempersiapkan diri dengan sepatu ketsnya.

Kepada para pemenang perlombaan, panitia memberikan hadiah. Kemudian dilanjutkan dengan penarikan lucky draw, dimana semua keluarga mendapatkan bingkisan yang dibeli oleh panitia dan sumbangan beberapa perusahaan, seperti Auto2000 Amplas relasi M.Butarbutar dan PT Sharp Elektronik Indonesia relasi Ny.M.Butarbutar br Silalahi. Pada penarikan Grand Prize, dibagikan jam dinding Sharp, kipas angin, dispenser dan blender. Diselang-seling penarikan lucky draw, juga ditampilkan hiburan, seperti
persembahan lagu dari Glory Maria Siburian (putri G.Siburan br Silalahi), Artha br Silalahi (putri MA.Silalahi br Tobing), duet Putri Simbolon (putri J.Simbolon br Silalahi), duet Ny.MA Silalahi br Tobing dan Ny M.Butarbutar br Silalahi, dan ditutup dengan duet Ny.M.Butarbutar br Silalahi bersama putra sulungnya Vincent Nicolas Butarbutar.(RED/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.