KampusMedan – Medan, Dalam rangka mensosialisasikan isu kependudukan KB dan pembangunan keluarga (KKBK) di lingkungan Perguruan Tinggi, Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara gelar kuliah umum implementasi pendidikan kependudukan, bertempat di Ign.Washington Purba Hall, Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Jalan Kapten Muslim,No.79 Medan, Senin (8/10/2018).

Melalui kegiatan ini, USM-Indonesia menjadi mitra BKKBN mencapai visi BKKBN, yakni mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kerjasama (MoU) antara USM-Indonesia dengan BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, dilanjutkan dengan peresmian Pojok Kependudukan Tingkat Perguruan Tinggi, yang merupakan wadah perpustakaan tentang kependudukan.

Rektor USM-Indonesia, Dr.Ivan Elisabeth Purba M.Kes dalam sambutannya menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya atas kesediaan BKKBN Provinsi Sumatera Utara memberikan materi implementasi pendidikan kependudukan ini. Menurut Rektor, hal ini adalah sebuah kesempatan yang sangat baik, dimana Perguruan Tinggi ikut terlibat mensosialisasikan KKBK.

“Tepat sekali kegiatan ini, masalah kependudukan masih jadi tantangan ke depan, banyak terjadi perubahan nilai dalam era disrupsi teknologi atau lebih dikenal era revolusi industri 4.0. Melalui kegiatan ini, kita bisa bersama-sama merancang apa yang yang akan terjadi di masa depan, dan bisa mengantisipasinya,” katanya.

Kuliah Umum ini menghadirkan Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN Pusat, Ahmad Taufik MAP, Kepala Perwakilan BKKBN Provsu, Drs. Temazaro Zega MKes, dan Kepala Bidang Pengendalian Kependudukan Perwakilan BKKBN Provsu Anthony SSos.

Pada pemaparannya Temazaro Zega, menjelaskan bahwa tujuan program KKBPK adalah untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk, menurunkan angka kelahiran total (TFR) per WUS (15-49 thn), meningkatkan pemakaian kontrasepsi (CPR), menurunkan kebutuhan ber KB yang tidak terpenuhi, serta menurunkan kehamilan yang tidak diinginkan dari WUS (15-49 thn). BKKBN juga ikut serta dalam mengkampanyekan penyelamatan melalui program 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Sementara itu, Ahmad Taufik, menjelaskan tentang kebijakan & strategi pendidikan kependudukan, kebijakan yang dimaksud termasuk penguatan kerjasama pelaksanaan pendidikan kependudukan, dukungan materi pendidikan kependudukan, serta pembinaan pelaksanaan pendidikan kependudukan. Selanjutnya adapun strategi yang digunakan misalnya melalui jalur formal seperti perguruan tinggi peduli kependudukan. Adapun kegiatan yang bisa dilakukan melalui kegiatan kemahasiswaan, perkuliahan, penelitian perpustakaan program KKBPK/Pojok Kependudukan.

Di akhir acara, Ahmad Taufik menekankan, bahwa yang paling diperlukan adalah implementasi masalah kependudukan ini, karena Indonesia sangat serius menyeimbangkan peduduk Indonesia. Kegiatan ini diikuti para mahasiswa dan dosen sivitas akademika USM-Indonesia yang berjumlah 150 orang, terdiri dari mahasiswa Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan USM-Indonesia.(REL/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.