KampusMedan – Jakarta,  Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sadar betul bahwa keberhasilan pelaksanaan Kurikulum 2013 ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik. Oleh karena itu dibuatkan pelatihan terhadap 500.000 guru berasal dari 78.891 sekolah.Mereka yang ditargetkan itu terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah mulai dari SD, SMP hingaga SMA.

“Mulai April, guru sasaran yang akan dilatih mencapai sekira 500.000 orang berasal dari 78.891 sekolah,” ujar Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Hamid Muhammad beberapa waktu lalu.

Kurikulum 2013 sendiri telah dilaksanakan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2014/2015 sampai dengan tahun pelajaran 2018/2019.Peran guru pada kurikulum ini memang berbeda dengan kurikulum lainnya. Jika sebelumnya guru berfungsi hanya sebagai pengajar, maka sekarang mereka harus menjadi fasilitator pembelajaran dengan mengintegrasikan kecakapan abad 21 pada proses pembelajaran bagi peserta didik.

Di sini guru dituntut menciptakan anak didik yang handal ditengah gempuran kepesetan teknologi di era baru abad 21 ini. Apalagi era baru ini hadir dengan standar global dalam bidang koorporasi, produk, layanan, penelitian dan pengembangan global, serta berdampak pada lunturnya nasionalisme dan budaya lokal.

Nah, lewat penerapan kurikulum 2013 diharapkan cita-cita yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang dilanjutkan secara lebih spesifik dalam tujuan pendidikan yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, No 20 Tahun 2003, terwujud.Dimana pendidikan harus mampu mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis bertanggung jawab, sehingga mampu menjawab tantangan abad 21 dan globalisasi.

Demi menggapai itu semua, guru dilatih agar memahami dan mampu mengembangkan kecakapan abad 21 dalam proses pembelajaran yang meliputi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), kompetensi 4 C dan kecakapan literasi dasar.Pertama, Peningkatan Kualitas Karakter dilakukan dengan mengimplementasikan program penguatan pendidikan karakter (PPK). Adapun nilai-nilai utama karakter sesuai Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 meliputi nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas.

Kedua Pengembangan Kompetensi 4 C, yang meliputi peningkatan berpikir kritis dan memecahkan masalah (critical thinking and problem solving skills), keterampilan untuk bekerja sama (collaboration skills), kemampuan untuk berkreativitas (creativity skills), dan kemampuan untuk berkomunikasi (communication skills).

Ketiga Literasi Dasar, yang meliputi: Literasi Bahasa dan Sastra, Literasi Numeracy (Berhitung), Literasi Sains, Literasi Digitall, Literasi Keuangan, dan Literasi Budaya dan Kewarganegaraan. Literasi menjadi sarana siswa dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah.

Misalnya untuk jenjang guru SD meliputi materi umum, materi pokok, dan materi penunjang. Materi Umum meliputi unit 1-4 yaitu: Kebijakan dan Dinamika Perkembangan Kurikulum, Penguatan Pendidikan Karakter, Penerapan Literasi dalam Pembelajaran, serta Penyelenggaraan Pelatihan dan Pendampingan.

Materi Pokok meliputi: 1) Analisis, SKL, KI, KD, Indikator, dan Silabus; 2.a) Praktik Penyusunan Program Tahunan, Program Semesteran, Pemetaan KD, dan Silabus; 2.b) Penyusunan RPP; 3) Bimbingan Konseling, Bimbingan Psiko Edukasi; 4) Perencanaan, Pelaksanaaan, Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar; 5) Praktik Penyusunan Soal HOTS; 6) Inspirasi Tayangan Video Pembelajaran; dan 7) Praktik Pembelajaran (Peer Teaching). Materi Penunjang berupa Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidikan, Tes Awal dan Tes Akhir, serta Penutupan yang berisi Review dan Evaluasi Pelatihan.(OKZ/MBB)

Tulis komentar melalui Facebook
Bagikan.