Senin , 16 Juli 2018
Home / Bisnis / PT.Mahkota Group Tbk Gelar IPO Untuk Bangun Industri Hilir
Direksi dan Komisaris PT.Mahkota Group Tbk foto bersama usai digelar temu pers, sesaat sebelum dimulainya IPO di Ballroom JW Marriott Medan, Rabu (4/7).

PT.Mahkota Group Tbk Gelar IPO Untuk Bangun Industri Hilir

KampusMedan – Medan, Setelah lama melakukan sinkronisasi dengan pemegang saham dan diskusi dengan karyawan, akhirnya PT.Mahkota Group Tbk menggelar Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Umum Perdana Saham di Medan, Rabu (4/7). Pada kegiatan bersejarah tersebut, dilakukan Penawaran Umum Perdana Saham sebanyak 703.688.000 lembar saham biasa atas nama, atau sebanyak 20% dari total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh, dengan harga penawaran Rp225 per saham.

IPO PT.Mahkota Group Tbk akan berlangsung dari tanggal 3 – 9 Juli 2018, alokasi saham akan dilakukan 10 Juli 2018, kemudian 12 Juli 2018 akan listing di Bursa Efek Indonesia dengan kode “MGRO”.Market saham tersebut diperkirakan lebih banyak dibeli masyarakat Sumatera Utara, kemudian nasabah PT.Panin Sekuritas di sejumlah cabang.

Direktur Utama PT.Mahkota Group Tbk, Usli, mengatakan sebanyak 60% hasil IPO tersebut akan digunakan untuk pengembangan industri hilir, seperti pembangunan pabrik Refinery (80% minyak goreng dan 20% produk turunan lainnya), kemudian Kernel Crushing Plant (pabrik inti kelapa sawit), sedangkan 40% sisanya akan digunakan untuk modal kerja ke anak perusahaan. “Pabrik itu akan dibangun terhitung tiga bulan setelah perseroan menerima dana hasil IPO. Dibutuhkan 8 bulan lamanya membangun pabrik dimaksud, itu artinya kira-kira pada Oktober 2019 sudah siap operasional”,ujarnya kepada media.

Soal latar belakang pembangunan industri hilir dimaksud, Usli menjelaskan bahwa pembangunan pabrik tersebut akan memberi nilai tambah bagi perseroan, sebab dengan adanya pabrik dimaksud, perseroan dapat melakukan sistem pemurnian yang dapat menghasilkan produk turunan olein (minyak goreng) dan sterin (bahan baku margarin dan oleochemical) serta produk turunan lainnya.

Ditanya soal optimisme industri hilir CPO, Usli didampingi Direktur Pengembangan Usman Sarsi, Direktur Operasional Fuad Halimoen, Direktur Independen Nagian Toni, Komisaris Utama Mily, Komisaris Lily, Komisaris Independen Harry Kurniawan, mengatakan bahwa harga produk turunan CPO seperti minyak goreng relatif stabl dibandingkan harga CPO yang fluktuatif. “Apalagi 60 % bahan baku industri hilir ini bisa kita support sendiri dari 6 pabrik kelapa sawit (PKS) kita, dimana 4 PKS di Riau, 1 PKS di Tebing Tinggi dan 1 PKS di Rantau Prapat,  sisanya dipasok masyarakat dan perusahaan lainnya. Apalagi kita memiliki 26 unit tanki timbun di Dumai dengan kapasitas 76.000 ton”,tambahnya.

Ditanya soal pemasaran hasil produksi Refinery nantinya, Usli mengatakan 75% ke pasar domestik dan sisanya 25 persen akan diekspor ke China dan India. Optimisme ini didukung oleh proses produksi yang dijaga dan dikontrol ketat melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001).

Direktur Operasional Fuad Halimoen menambahkan tentang competitive advantage yang dimiliki, seperti lokasi pabrik yang sangat strategis dengan dukungan infrastruktur yang baik, pelaksanaan operasional yang ramah lingkungan, tim manajemen yang sudah berpengalaman, struktur permodalan yang baik dan sistem informasi manajemen yang handal.

Terlihat masyarakat sangat antusias menghadiri IPO PT.Mahkota Group Tbk tersebut di JW Marriott. Sejumlah pebisnis, masyarakat umum dan akademisi memadati Ballroom JW Marriott. Tampak juga hadir Direktur PT Panin Sekuritas Prama Nugraha dan Pimpinan Cabang PT Panin Sekuritas Medan Darmin SE MBA CIMBA serta Pimpinan BEI Medan Pintor Nasution.(RED/MBB)

Check Also

BI 7-Day Reverse Repo Rate Naik Menjadi 5,25%

KampusMedan – Jakarta, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 28-29 Juni 2018 memutuskan untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *