Senin , 16 Juli 2018
Home / Kampus / Kurikulum 2013 Wajib Diterapkan Total Tahun 2018

Kurikulum 2013 Wajib Diterapkan Total Tahun 2018

KampusMedan – Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai tahun ini mewajibkan seluruh sekolah menggunakan Kurikulum 2013 secara total.Saat ini terdapat 78.000 sekolah yang memasuki tahap akhir pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013 (K13). Dengan demikian, tahap pelatihan dan pendampingan sudah berjalan di semua sekolah sehingga K13 pun bisa dijalankan secara maksimal.

“Tahun ini adalah tahun terakhir pelatihan dan pendampingan Kuriku lum 2013. Tahun ini semua sekolah harus menggunakan Kurikulum 2013 tanpa kecuali,” kata Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad di Jakarta, kemarin.

Kemendikbud akan menerjun kan pendamping yang diharapkan bisa mencermati implementasi K13 di sekolah. Pendampingan ini bertujuan memperkuat pemahaman mengenai Kurikulum 2013 berikut perubahannya di lapangan.

Selain itu, katanya, untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah. Terkait pendampingan di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), juga akan diberikan penanganan khusus ke sekolah-sekolah tersebut oleh Kemendikbud. Hamid mengatakan, Kemen dikbud menargetkan output dari implementasi Kurikulum 2013, yakni perubahan pendidikan karakter yang terintegrasi di sekolah, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.

Kemudian kedua adalah perubahan budaya literasi di sekolah. “Guru dapat menargetkan siswanya untuk menuntaskan empat hingga lima buku bacaan per tahun,” ujarnya. Hamid pun menyoroti tentang kemampuan High Order Thinking Skills (HOTS) yang harus segera dikuasai siswa, baik itu pemahaman, aplikasi, dan penalaran harus diajarkan guru agar siswa Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.

Melalui K13, kata dia, siswa akan dikenalkan kepada peserta didik mulai sejak dini sehingga guru-guru pun bisa kreatif dan tidak lagi pasif menyuruh siswa menghafal, melainkan melatih siswa dengan keterampilan abad 21, yaitu berpikirkritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan guru harus bisa memberi teladan kepada siswanya. Guru bukanlah sekadar pengajar namun juga harus bisa memahami peran sebagai pendidik. “Pembelajaran yang diterapkan di sekolah haruslah fleksibel serta mampu memberikan ruang yang cukup untuk pengembangan,” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rasyidi menjelaskan, pemerintah memang sudah seharusnya memperbaiki penerapan kurikulum yang masih mendua di sekolah, yakni antara K13 dan Kurikulum 2006 yang berbeda substansi dan pendekatannya.(OKZ/MKM)

Check Also

Walikota Medan Buka Kompetisi Basket Liga Mahasiswa dan Resmikan GOR Basket UNPRI

KampusMedan – Medan, Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin MSi membuka kompetisi bola basket Liga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *