Senin , 16 Juli 2018
Home / Ragam / Berbau Mistis, Kapal Tenggelam Karena Ikan Mas Raksasa Ditangkap di Tao Silalahi

Berbau Mistis, Kapal Tenggelam Karena Ikan Mas Raksasa Ditangkap di Tao Silalahi

KampusMedan – Simanindo, Seorang yang disebut ‘orang pintar’ di Simanindo, Rismon Raja Mangatur Sirait, percaya bahwa badai besar dan tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun terkait dengan penangkapan ikan mas raksasa oleh masyarakat sekitar Danau Toba sehari sebelumnya. Menurutnya, Sabtu (17/6/2018) sekitar pukul 16.30, seorang pemancing di Desa Paropo, Tao Silalahi, mendapatkan ikan mas seberat 14 Kg.

Hasil pancingan ini cukup menghebohkan warga sekitar karena ukurannya yang luar biasa.Sirait bahkan menyatakan bahwa ikan itu adalah ikan mas terbesar yang pernah didapat di Danau Toba dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.“Bicara hal mistis, percaya atau tidak percaya, semua kembali ke pribadi masing-masing. Menurut cerita disana, para pemancing tidak mengindahkan larangan dan saran orang tua agar ikan mas ini dilepas kembali ke Danau Toba,” tegas Sirait.

Sirait mengatakan, dengan bangganya para pemancing tidak mengindahkan saran orang tua disana dan langsung membawa ikan mas ini ke rumah untuk dimasak dan dimakan.Sehari kemudian, sambung Sirait, terjadilah angin puting beliung di atas Danau Toba tepat di Tao Silalahi Paropo, hingga menimbulkan ombak besar.

Menurut warga di pinggiran Danau Toba, sebelumnya belum pernah melihat ombak setinggi 3-4 meter dan ketebalan ombak 2 meter seperti yang terjadi pada sore itu.

Lepas dari pembahasan masalah mistis, Sirait juga menambahkan bawa zona lintasan kapal KM Sinar Bangun yang kecelakaan di Danau Toba Senin lalu adalah zona berbahaya yang dilintasi bila besar ombak tidak seperti lazimnya.“Kontroversi atau tidak itu hak orang. Hak orang juga tidak setuju dengan saya. Saya tidak paksakan percaya. Tapi saya bicara dari kearifan lokal dan spiritual,” katanya.

Lagi, Ditemukan Korban Meninggal

Hingga saat ini, 22 korban KM Sinar Bangun, yang tenggelam di Danau Toba, ditemukan. Namun 4 korban diantaranya ditemukan dalam kondisi tewas.Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas masih terus melakukan pencarian. Penyisiran, baik di permukaan air maupun di dalam danau, terus dilakukan.

“Kita sekarang menyisir baik di permukaan air maupun di dalam air, mudah-mudahan waktu yang ada kita bisa mencari lagi korban-korban itu berada,” kata Kepala Basarnas Marsdya M Syaugi dalam jumpa pers di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2018).

Kabar terakhir pada pukul 14.20 WIB, ada seorang penumpang wanita yang ditemukan. Syaugi mengatakan korban yang terakhir ini ditemukan 3-5 km dari lokasi kapal tenggelam, tepatnya di arah timur laut. Korban dalam kondisi meninggal dunia.(DTC/MKM)

Check Also

KM Risma Marisi Terbalik di Nainggolan Samosir

KampusMedan – Nainggolan, Hari ini, Jumat (22/6) sekira pukul 19.00, terjadi lagi tragedi di Danau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *