Rabu , 23 Mei 2018
Home / Kampus / STIE IBBI Gelar Kuliah Umum dan Bedah Buku Demokrasi Pluralisme
Irjen Pol (Purn) Dr. Bambang Suparno SH MHum ketika menyampaikan kuliah umum bertajuk Demokrasi Pluralisme dan bedah buku di Hall STIE IBBI Medan, Sabtu (12/5), diikuti sejumlah dosen dan mahasiswa

STIE IBBI Gelar Kuliah Umum dan Bedah Buku Demokrasi Pluralisme

KampusMedan – Medan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) IBBI melaksanakan kuliah umum sekaligus Bedah Buku “Demokrasi Pluralis dalam Pilkada di Masa Mendatang,” pada Sabtu, 12 Mei 2018. Kegiatan ini digelar di Aula Kampus Diamond STIE-STMIK IBBI Jalan Sei Deli No. 18 Medan yang dihadiri oleh ratusan Mahasiswa STIE-STMIK IBBI.Kuliah umum dan bedah buku karya Irjen Pol (Purn) Dr. Bambang Suparno SH MHum dibuka langsung oleh Ketua STIE IBBI Prof Dr. Amrin Fauzi.

Ketua STIE IBBI Prof. Dr. Amrin Fauzi, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Dr. Bambang Suparno atas kesediaannya memberikan kuliah umum dan bedah buku tersenut. Amrin Fauzi mengharapkan hal ini dapat memotivasi para Dosen STIE IBBI untuk melakukan hal yang sama. “Semoga para Dosen dan mahasiswa dapat mengambil manfaat dari acara ini”,ujar Amrin Fauzi.

Melalui kuliah umum dan bedah buku, Bambang mengutarakan konsep demokrasi pluralisme yang dapat dikembangkan di Indonesia, mengingat Indonesia terdiri atas berbagai suku dan budaya yang tersebar dari Sabang sampai dengan Merauke. Bambang juga menyampaikan bahwa demokrasi pluralisme adalah pengembangan dari demokrasi Pancasila yang telah diterapkan sejak era reformasi hingga saat ini.

“Demokrasi Pancasila adalah konsep yang sudah tepat, dimana faktor kesejahteraan rakyat sudah dikedepankan seperti kekeluargaan dan semangat gotong royong. Namun, dengan demokrasi pluralisme, diharapkan mampu mewujudkan keindahan dan kebaikan bagi semua dalam konteks kehidupan sosial di tengah politik yang penuh intrik saat ini,” ungkap Bambang.

Demokrasi pluralisme adalah konsep modern yang tidak terlepas dari kebebasan berpendapat. Partisipasi yang tetap berpatokan pada kondisi kebebasan tertentu pun juga diterapkan. Tidak jauh berbeda dengan demokrasi pancasila, hanya lebih dikembangkan.

Pemilihan gubernur Sumatera Utara yang akan dilaksankan pada 27 Juni 2018 medatang dapat dilaksanakan dengan mengacu pada konsep ini, dengan melakukan pemilihan demokrasi yang bersifat madani. Ini semua demi kemaslahatan bersama. Dengan konsep ini, masyarakat dapat mengenal dan memahami sejauh mana karakteristik calon Kepala Daerah itu dalam memahami kearifan lokal (local wisdom) yang ada.

“Demokrasi pluralis dalam Pilkada akan lebih meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengambil kebijakan yang berlaku di daerah, yang bertujuan untuk pengembangan potensi daerah dalam rangka Otonomi Daerah. Rakyat bukan hanya sebagai objek kekuasaan belaka, melainkan menempatkan rakyat pada kedudukan sebagai subyek pembangunan”, ujarnya.

Kepala Lembaga Sumber Daya Informasi dan Kerjasama, Dr. Andriasan Sudarso, kepada Media mengatakan bahwa peserta yang hadir pada acara tersebut adalah Ketua STIE IBBI,  Wakil Ketua STIE – STMIK IBBI, para dosen dan mahasiswa STIE IBBI dan semua peserta masing-masing mendapat buku yang dibedah.(REL/MBB)

Check Also

Dosen Penganut Paham Radikalisme Harus Mundur

KampusMedan – Cirebon, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menegaskan, dunia pendidikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *