Senin , 18 Juni 2018
Home / Ragam / Depriwanto Sitohang: Saya Adalah Orang Yang Berhutang Kepada Dairi
Calon Bupati Dairi Depriwanto Sitohang ST MM (tengah), didampingi oleh uda intelektual muda Kabupaten Dairi, foto bersama dalam sebuah kesempatan

Depriwanto Sitohang: Saya Adalah Orang Yang Berhutang Kepada Dairi

KampusMedan – Sidikalang, Didam[ingi oleh dua Intelektual Muda Kabupaten Dairi Delphi Masdiana Ujung SH MSi, dan Jonson Rajagukguk SSos SE MAP yang juga Dosen Sospol di berbagai PTS Kota Medan Depriwanto Sitohang ST MM, secara tegas mengatakan mau maju jadi calon Bupati Dairi karena ingin membayar hutang kepada Dairi.

“Saya lahir, tumbuh, menjadi anak-anak, menjadi remaja, menjadi dewasa dan saat ini saya tinggal di Kabupaten Dairi. Jadi saya adalah orang yang sangat berhutang kepada Dairi. Untuk membayar hutang ini saya maju sebagai calon Bupati Dairi (2018 sd 2023) dengan tujuan jadi parhobas dan mempersiapkan masa depan bersama Dairi yang lebih makmur, sejahtera dan berkeadilan dengan cara bekerja bersama secara bersama-sama dengan rakyat”, tegas Depriwanto Sitohang ST MT di Sidikalang, Minggu (15/04/2018).

Depriwanto dengan tegas mengatakan dirinya sudah siap jadi Parhobas dalam bahasa Indonesiaa dalah pelayan masyarakat yang sesungguhnya dengan menggunakan semua apa yang dimilikinya untuk kemajuan Kabupaten Dairi kedepan. Hanya saja Depri mengatakan Dairi itu perlu dibangun bersama-sama.

Derpi juga mengtakana, berangkat dari kerinduan bersama untuk memajukan Dairi, maka Depri maju jadi Bupati bukan karena ambisi pribadi. “Tetapi sebuah panggilan untuk membayar hutang betapa Kabupaten dairi ini sudah menjadi darah saya karena disinilah saya lahir dan besar, berkarya. Ini kampung halaman saya dan tidak mungkin kampung saya ini rusak jika rakyat mempercaya saya nantinya”, tegas Depri lagi, alumni Magister Manajemen Nommensen.

Depri juga menambahkan, semuanya tergantung kepada rakyat. “Jika saya dipercaya oleh masyarakat dalam memilih saya jadi parhobas di Dairi ini maka ini akan jadi utang yang sangat besar. Saya pun sangat menyadari saya tidak bisa bekerja dengan sendiri. Semua harus bersatu padu untuk membangun Dairi karena ini adalah rumah kita bersama. Kebersamaan, kesepahaman mengenai visi dan misi adalah kata kunci dalam membangun Dairi ini. Jaman semakin maju, meminjam istilah Prof. Rhenadl Kasali ini adalah “jaman now” dan era disrupsi Revolusi 4.0. Tapi bagi saya itu bukan ancaman, tetapi sebagai peluang karena Tuhan akan menganugerahkan Dairi dengan kesejahteraan dan kemakmuran kalau kita yakin akan AnugerahNya”tuturnya,

Sementara Delphi Masdiana Ujung SH MSi dalam pandangannya mengatakan, apa yang dikatakan oleh Depri sudah sangat tepat karena Depri pada awalnya maju untuk membangunj kampung halaman dan bagaimana menjadikan Dairi ini lebih baik dan punya “bargaining position” yang baik di Sumut dan juga nasional. “Kita dukung Depri dalam membayar hutangnya kepada masyarakat Dairio”, tegas Delphi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Jonson Rajagukguk SSos SE MAP yang juga staf pengajar di berbagai PTS di Kota Medan, bahwa  niat dan komunikasi politik yang dibangun oleh Depri sangat tepat. “Depri memberikan pendidikan politik yang bagus bagi masyarakat Dairi. Semoga hutang Depri pada Dairi dalam bentuk panggilan jiwa untuk melayani bisa segera terwujud pada Pilkada tahun 2018 ini, dan saya harapkan Depriwanto Sitohang bisa jadi pemenang”, tegas analis politik Pusat Studi Ekonomi Politik dan Pembangunan (PUSPE) ini lagi.(REL/MBB)

Check Also

TKW Restauli Simbolon Tewas di Malaysia, Jenazah Ditemukan Membusuk di Lemari

KampusMedan – Paya Terubong, Seorang wanita WNI bernama Santi Restauli Simbolon (25), ditemukan tewas dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *