Rabu , 25 April 2018
Home / Ragam / Peduli Aman Berlalu Lintas, Astra Selamatkan Generasi Muda
Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi (pegang microphone), memberikan arahan aman berlalu lintas kepada siswa SMA/SMK Kota Medan di Lapangan Benteng Medan, Sabtu (23/9/2017)

Peduli Aman Berlalu Lintas, Astra Selamatkan Generasi Muda

KampusMedan – Medan, Sebelum “Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas” (IAABL) dideklarasikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Astra Internasional, di Kampung Berseri Astra Cengkeh Turi Binjai Sumatera Utara, Minggu (24/9/2017), Astra Group Medan sudah melakukan tindakan nyata sebelumnya, baik itu sosialisasi maupun  aksi nyata di lapangan, hal itu dilatarbelakangi tingginya tingkat kecelakaan di Indonesia secara umum dan di Medan secara khusus, serta berupaya meningkatkan kesadaran berlalulintas yang baik kepada masyarakat.

Astra Group Medan pun melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak, seperti polisi cilik yang memberikan brosur tertib berlalu lintas kepada warga di Lapangan Merdeka Medan, bekerjasama dengan Dirlantas Poldasu memberikan sosialisasi aman berlalulintas kepada sejumlah mahasiswa, seperti kepada mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) Medan, Jumat (23/9/2016) di Kampus UPH Medan, mahasiswa USU Medan, bahkan puluhan universitas lainnya.

Koordinator Astra Group Medan, Sutadi ST, mengatakan program “Indonesia Ayo Aman Berlalulintas” merupakan salah satu kegiatan CSR yang sudah memasuki tahun kedua. “Kami menyadari bahwa kesadaran berlalu lintas di Medan belum baik, namun kita tidak usaha mencari siapa yang salah. Mari kita sama-sama menyadari dan berkendara dengan baik, dimulai dari diri kita, keluarga dan masyarakat. Tidak mungkin kepolisian mampu menjaga semua ruas jalan. Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat, baik yang muda ataupun yang tua untuk memahami aturan berkendara yang baik”,ujarnya.

Wadirlantas Poldasu Medan, AKBP Marcelino, didampingi Kompol Zainal Abidin, mengatakan pihaknya sangat berterimakasih atas inisiatif Astra Group Medan melakukan sosialisasi aman berlalulintas, karena kecelakaan di daerah ini sangat tinggi, dimana Januari hingga Agustus 2016 terdapat 4.331 korban meninggal akibat kecelakaan di Sumatera Utara.“Pelaku kecelakaan itu utamanya karyawan, kemudian disusul pelajar dan mahasiswa. Makanya kami sangat bergembira dan menyambut positif upaya yang dilakukan Astra Group Medan. Bayangkan di Sumut korban meninggal setiap hari itu rata-rata 4 hingga 5 orang per hari”,ujarnya.

Tampak ratusan mahasiswa di Ballroom Santika Hotel dan ratusan pelajar di Lapangan Benteng Medan, tekun mengikuti acara demi acara yang disuguhkan Astra, sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda khususnya untuk menyadarkan betapa pentingnya mengetahui rambu lalu lintas dan kemudian mematuhinya, untuk bisa aman dan tertib berlalu lintas.

Sebelumnya, masyarakat Medan bersama Grup Astra telah terlebih dahulu melaksanakan beberapa program IAABL, salah satunya adalah Astra Road Safety Challenge yang telah dilaksanakan sejak Agustus 2017. Acara ini sekaligus menjadi ajang kampanye “Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas” dengan target peserta komunitas dan pelajar Medan.

IAABL yang dicanangkan pada 2014.IAABL memiliki tiga fokus program yaitu Panduan Keselamatan Berlalu Lintas bagi Pelanggan (safety awareness for customers), di mana setiap pelanggan produk otomotif Grup Astra yang tersebar di seluruh Indonesia diberikan pengetahuan safety riding & driving.

Kemudian Panduan Keselamatan Berlalu Lintas bagi Masyarakat (safety campaign for public) melalui berbagai talk show di radio, konten-konten di media sosial dan acara-acara off air Grup Astra yang berjudul Astra Road Safety Fest. Kegiatan ini telah dilaksanakan di 10 kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Balikpapan dan Bengkulu.

Lalu Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas bagi Pelajar (safety campaign at schools) ditujukan kepada siswa-siswi SD, SMA hingga mahasiswa di berbagai wilayah di Indonesia. Sekolah tinggi yang terlibat ialah UPH Medan, USU Medan, Unand Padang, ITB Bandung, UGM Yogyakarta, ITS Surabaya, Uniba Balikpapan dan Unhas Makassar. Melalui kegiatan di atas, pada 2016 saja program IAABL sudah menjangkau ke 23.730.800 orang lewat kegiatan Astra Road Safety Challange, Astra Holiday Campaign, Safety Riding Center dan Kampung Safety Riding.

Tak melulu memberikan sosialisasi,  Astra Group Medan bersama petinggi Astra Group dari Jakarta juga merevitalisasi sebanyak 13 halte bus di Kota Medan, yang berkaitan dengan tema perayaan di Medan “Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas”, sebab halte bus juga bagian dari kelancaran dan ketertiban lalu lintas.

Menurut Kepala Divisi CSR Astra, Riza Ardyansah, sebagai bagian dari kelancaran lalu lintas, Astra melakukan pembersihan, pengecatan dan merapikan 13 halte bus di Kota Medan, sebab kondisi sejumlah halte bus tersebut dinilai kurang kondusif, seperti atap bocor, cat kusam dan jorok, sehingga penumpang enggan menunggu angkot di halte yang sudah disediakan. Bersama staf lainnya, petinggi Astra melakukan pemasangan aksesoris tambahan, seperti bunga sehingga halte bus dimaksud tampak indah.
Lalu bagaimana tanggapan pelajar dan mahasiswa tentang IAABL yang digelar Astra? Siswa SMA Kartika 1 Medan, M.Fazri dengan 25 temannya dari sekolah mengikuti acara Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAABL) di Lapangan Benteng, Sabtu (23/9), mengatakan bahwa sepengetahuan mereka perusahaan Astra itu besar. “Menurut saya perusahaan ini besar dan ada banyak anak perusahaan di grupnya. Contoh nyatanya saya pakai motor merek Honda, ini kan produknya Astra. Edukasi aman berlalu lintas sangat bermanfaat, ada beberapa rambu lalu lintas yang awalnya kami tidak paham, tapi disini kami diberitahu akhirnya paham”, ujar M.Fahzri.

Siswa SMA Alfatah Medan, Sandy Pranata dan Agung Tio, mengatakan bahwa setahu mereka perusahaan Astra itu perusahaan besar dan bagus. “Buktinya 60 tahun masih eksis, dan produk mereka seperti Toyota sangat laris di Indonesia. Jadi edukasi aman berlalu lintas ini bisa dicontoh perusahana lain, khususnya perusahaan otomotif, jadi mereka jangan melulu jual produk otomotif”,tambahnya.

Selain mereka, siswa SMK Immanuel Medan juga memberikan tanggapan. Rinaldi Siahaan dan Yogi Siahaan mengatakan, perusahaan Astra itu besar dan edukasi aman berlalu lintas yang dilakukan sangat bagus. “Kondisi berlalu lintas di Medan ini paling parah di Indonesia menurut kami. Jadi tema yang ditetapkan di Medan sangat tepat. Bayangkan berkendara melawan arus di Medan sangat banyak, tingkat pelanggaran di traffict light juga sangat tinggi. Lampu merah, kuning dan hijau di Medan sama aja, sama-sama jalan. Moga edukasi seperti ini secara berkala dilakukan, tidak hanya Astra, tapi juga perusahaan lain”,ujar mereka berdua.

Ketika dijumpai, mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH) yang juga hadir di Ballroom Santika, Jumat (22/9), Henny Pinang dan Vera dari Jurusan Manajemen Semester VII mengatakan, perusahaan Astra itu besar, bagus dan maju. “Perusahaan Astra itu besar, bagus dan maju. Grup usahanya banyak, dan rata-rata anak perusahaannya juga maju. Kebayang juga sih enaknya bekerja di Astra. Kampanye aman berlalu lintas yang dilakukan Astra sangat bagus dan bermanfaat. Ratusan mahasiswa yang memperoleh edukasi aman berlalu lintas ini saja pun kalau bisa jadi contoh, jadi pelopor tertib berlalu lintas sudah sangat bagus, moga ditiru pengendara yang lain”,harap mereka berdua.

Tidak ketinggalan, Bella Aprilia, Ketua BEM STIE IBBI Medan pun memberikan komentar. “Edukasi aman dan tertib berlalu lintas ini sangat bermanfaat. Maunya Astra melakukannya secara berkala, kalau bisa menyasar seluruh sekolah dan kampus. Kalau bisa perusahaan lain pun terinspirasi dari program ini, khususnya perusahaan otomotif, jangan hanya jualan mobil dan motor saja, tapi buat kampanye serupa”,tambahnya.

Atas program IAABL tersebut, Korlantas Polri Brigjen Chrysnanda Dwi Laksono dan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi, mengapresiasi CSR Astra bertajuk”Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas”, karena program ini dinilai menyelamatkan anak bangsa dari kematian sia-sia di jalanan, dengan menyadarkan anak bangsa tentang pentingnya ketertiban berlalu lintas di Medan, Sabtu (23/9/2017).

Brigjen Chrysnanda meminta seluruh instansi lainnya terinspirasi dari program Astra membantu menyadarkan masyarakat luas untuk tertib berlalu lintas.”Ada 60 korban tewas meninggal karena kecelakaan lalu lintas di Indonesia per hari. Coba kalikan berapa setahun. Apalagi kalau yang meninggal itu aset bangsa, anak bangsa yang pintar-pintar. Mari semua instansi, seluruh pihak menumbuhkan dan menciptakan budaya tertib lalu lintas”,ujarnya dihadapan ratusan mahasiswa Medan.

Kepada ratusan siswa yang sedang mengikuti ceramah safety riding di Lapangan Benteng Medan, Pangkostrad TNI Letjen Edy Rahmayadi meminta para generasi muda untuk patuh dan memahami betul rambu-rambu lalu lintas. “Kalau mau adu balap ada sirkuit untuk itu, jadi jangan ugal-ugalan di jalan. Sudah banyak yang meninggal di jalan. Bayangkan kalau yang meninggal itu yang pintar-pintar, dan kita yang masih hidup berarti anak “kw”,  bagaimana jadinya bangsa ini. Bersyukur Astra membuat program ini, manfaatkan ilmu yang diberikan instruktur”,tegasnya.

Sebelumnya Direktur Astra, Suparno Djasmin mengatakan, Astra tidak pernah berhenti menyalurkan inspirasi kepada masyarakat luas, itu sebabnya manajemen Astra mencetak dan membagikan buku Manajemen Kontemporer 60 tahun perjalanan Astra. “Siapa saja pelaku usaha dan masyarakat luas lainnya, silahkan ambil hikmah dari cara Astra mengelola bisnisnya selama 60 tahun ini. Hari ini inspirasi yang diberikan Astra adalah bagaimana aman dan tertib berlalu lintas, yang dilakukan dengan beragam kegiatan. Pada prinsipnya, di mana pun perusahaan Astra berada harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma Astra, yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”,tegasnya.

Intinya, IAABL yang digelar Astra sangat bermanfaat menyadarkan masyarakat Indonesia untuk tertib dan aman berlalu lintas, mampu menekan angka kematian sia-sia di jalan khususnya generasi muda selaku generasi penerus. Kita harapkan Astra komit menggelar program serupa secara berkala, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh informasi dan edukasi aman berlalu lintas.(Mangasi Butarbutar)

Check Also

TKW Restauli Simbolon Tewas di Malaysia, Jenazah Ditemukan Membusuk di Lemari

KampusMedan – Paya Terubong, Seorang wanita WNI bernama Santi Restauli Simbolon (25), ditemukan tewas dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *